Monday, 27-09-2021
Internasional

Wow!, PM Inggris Perbolehkan Lepas Masker dan Tanpa Jaga Jarak

Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson saat umumkan pelonggaran lockdown (sumber: tangkapan layar AP/detikNews)

London – (BBN INDONESIA) Di saat Indonesia sedang ketatnya melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sebuah keputusan berani dan luar biasa dilakukan Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson. Ia justru dengan tegas menetapkan rencana yang menjadi langkah akhir dalam melonggarkan lockdown virus Corona (COVID-19). Langkah akhir itu mencakup pencabutan aturan social distancing (jaga jarak) dan wajib masker bagi publik, serta mengakhiri imbauan bekerja dari rumah (WFH).

Dikutip dari detikNews seperti dilansir dari Reuters, Selasa (6/7/2021), PM Johnson memperkirakan pencabutan pembatasan Corona akan berlaku mulai 19 Juli mendatang. Keputusan akhir pemerintah akan diumumkan secara resmi pada 12 Juli.

Sejumlah elemen, termasuk kebijakan pendidikan dan perjalanan, akan diumumkan pada akhir pekan ini.

Berikut rencana pelonggaran lockdown Corona yang diumumkan PM Johnson seperti dirangkum detikNews pada Senin (5/7) waktu setempat:

Pemakaian Masker

Aturan wajib pakai masker akan dicabut. Pemerintah akan terus merekomendasikan keadaan tertentu di mana masker mungkin akan dipakai, tapi ini akan menjadi pilihan pribadi.

Penyedia layanan transportasi masih bisa memilih untuk tetap menegakkan aturan wajib masker, jika memang memutuskan demikian.

Social Distancing

Tidak akan ada batasan berapa banyak orang yang boleh bertemu secara sosial, atau di mana mereka bisa bertemu. Hal ini berlaku untuk acara pernikahan, pemakaman dan acara-acara lainnya, juga untuk panti perawatan, meskipun langkah pengendalian penularan yang ditingkatkan akan diberlakukan.

Tidak akan ada lagi aturan yang mewajibkan warga saling menjaga jarak setidaknya 1 meter satu sama lain.

Hospitality

Tidak akan ada batasan kapasitas lokasi-lokasi hospitality, atau kewajiban memberikan layanan meja. Kelab malam dan bisnis lainnya yang sebelumnya ditutup secara paksa, sekarang akan diperbolehkan buka kembali.

Aturan Perjalanan

Pemerintah Inggris akan bekerja sama dengan industri transportasi untuk mengizinkan individu-individu yang sudah divaksinasi Corona sepenuhnya untuk kembali dari negara-negara yang masuk amber-list, tanpa perlu karantina.

Acara-acara Besar

Tidak akan ada lagi pembatasan untuk jumlah orang yang bisa menghadiri acara-acara besar seperti pertandingan olahraga dan konser.

Vaksinasi Corona

Untuk mempercepat laju vaksinasi, interval pemberian dosis vaksin bagi orang-orang berusia di bawah 40 tahun akan dikurangi menjadi 8 minggu dari tadinya 12 minggu.

Bekerja dari Rumah

Warga Inggris tidak akan lagi diinstruksikan untuk bekerja dari rumah (WFH). Namun semuanya akan bergantung pada perusahaan atau atasan untuk memutuskan pengembalian para karyawan bekerja di kantor kembali.

Pemerintah akan menghapus aturan yang sebelumnya mewajibkan para pengusaha menjadikan tempat kerja mereka ‘aman dari COVID’ dan menggantinya dengan serentetan panduan yang lebih ringan.

Tes Corona

Sistem tes Corona dari pemerintah Inggris untuk kasus-kasus bergejala akan berlanjut. Tes Corona untuk kasus tanpa gejala (asymptomatic) secara gratis akan tersedia hingga September.

Isolasi Mandiri

Isolasi mandiri masih diwajibkan bagi orang-orang yang dinyatakan positif Corona atau ketika diinstruksikan oleh sistem pemeriksaan dan pelacakan pemerintah.

Namun pemerintah Inggris bermaksud mengecualikan orang-orang yang sudah disuntik dua dosis vaksin Corona dari isolasi mandiri jika mereka diidentifikasi sebagai kontak dekat pasien Corona.

Sertifikasi Diri

Pemerintah Inggris telah memutuskan untuk tidak mengejar pemberlakuan sistem sertifikasi status COVID-19 yang ditegakkan secara hukum. (BBN/001/detikNews/AP)

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button