Bali

Walikota Denpasar Segera Berlakukan PKM, Sebagian Warga Dibuat Resah

Walikota Denpasar IB. Rai D. Mantra menyampaikan rencana pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) mulai Jumat (15/5).

Denpasar (BBN INDONESIA) – Perkembangan coronavirus atau Covid-19 menurut data terakhir dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar Rabu (13/5) sudah cenderung melandai bahkan banyak yang sudah sembuh. Namun kondisi tersebut tidak lantas membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar berdiam diri dan justru akan menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dengan alasan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sebelumnya Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai, menyebutkan secara akumulatif sampai saat ini sudah 48 orang pasien covid 19 telah dinyatakan sembuh di Kota Denpasar setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit. Sedangkan yang terkonfirmasi positif Covid-19 secara akumulatif sebanyak 62 orang. Rincianya adalah 48 sembuh, 2 orang meninggal dunia, dan 12 orang masih dalam perawatan. Sampai saat ini hasil tracking tim di Kota Denpasar terdapat status Orang Tanpa Gejala 369 kasus, Orang Dalam Pemantauan 290 kasus dan Pasien Dalam Pengawasan 43 kasus. Intinya semuanya menunjukkan grafik Covid sudah melandai.

Untuk mengesahkan dan mengundangkan peraturan itu Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra akan menandatangani Peraturan Walikota (Perwali) bernomor 32 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dan langsung berlaku Jumat (15/5) besok. Ke-16 pintu masuk yang dijaga tim itu, perbatasan Pos 1 Pos Induk (Uma Anyar), Pos 2 Jalan A.Yani, Pos 3 Jalan Mahendradata, Pos 4 Jalan Imam Bonjol, Pos 5 Jalan Kebo Iwa, Pos 6 Biaung (Jalan by pass IB Mantra), Pos 7 Penatih, Pos 8 Pesanggaran, Pos 9 Padangsambian, Pos 10 Pemogan, Pos 11 Benoa, Pos 12 Pemelisan, Pos 13 Sanur, Pos 14 Cekomaria, Pos 15 Tohpati, dan Pos 16 Penatih Dangin Puri.

Kontan saja sejak beberapa hari lalu kabar ini menimbulkan pro-kontra dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dan media sosial. Mereka mendapatkan informasi bahwa Kota Denpasar akan ditutup di perbatasan dan siapapun warga menuju Denpasar wajib menyertakan surat keterangan rapid test dan membawa surat tugas dari tempat usaha, surat keterangan (Suket) dari desa atau  surat jalan dari kantor tempatnya bekerja.

“PKM bikin resah karena seluruh kegiatan, seperti aktivitas kantor, perdagangan, ekonomi dan lainnya yang berdomisili di Denpasar masih tetap berlangsung seperti biasa. Kita mendapat kabar di pos penjagaan perbatasan oleh petugas akan dimintai surat keterangan rapid test dan surat tugas. Ini yang bikin kita repot dan dari mana biayanya. Sekali rapid test kita dengar 400 ribu. Untuk makan saja sekarang sangat susah,” ujar salah satu pedagang bermobil Komang Sarma yang berjualan di Pasar Badung Denpasar.

Masyarakat Bali yang bekerja di Denpasar tidak semuanya berasal dari Kota Denpasar, malahan lebih banyak penduduk yang berasal dari luar Kota Denpasar diantaranya dari Kabupaten Tabanan, Gianyar, Badung, Klungkung dan kabupaten lainnya. Keresahan masyarakat juga muncul setelah mendapatkan info akses masuk wilayah Denpasar akan ditutup total dan akan ada sanksi administrasi dan adat bagi yang melanggar.

“Saya keberatan. Kalau ada angka kematian akibat Corona meningkat pesat, grafik penderita Covid meningkat kalau begitu kondisinya PKM atau PSBB ya masuk akal. Lah ini grafik melandai, korban tetap, ekonomi terpuruk kok bikin PKM? Bapak pejabat ini khan ga masalah mau PKM sampai 2 tahun juga tetap makan dan ekonominya masih aman . Yang lain gimana?,” tanya karyawan swasta asal Gianyar, Prita Sari Dewi

Pernyataan senada juga datang dari pengusaha ternak ayam asal Tabanan Ketut Suastika menyebutkan dirinya belum bisa mengerti esensinya.
“Bila PKM diartikan sebagai Pembatasan Kerumunan Masa masuk akallah sambil edukasi. Kalau Pembatasan Kegiatan Masyarakat, hemat saya itu keliru. Sudah satu setengah bulan kampanye stay at home mulai terasa tidak adanya pemasukan uang untuk hidup. Ingat batasan Covid tidak berbatas, sementara bekal jelas berbatas dan terbatas,” tandasnya.

Menanggapi kesimpangsiuran informasi dan keresahan masyarakat Walikota Denpasar Rai Mantra saat diwawancarai beritabicaranetwork di Denpasar Rabu (13/5) menjawab begini…

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close