Monday, 27-09-2021
Bali

Umar Minta Data Contact Tracing Dibuka Seluasnya

Umar Ibnu Alkhatab (foto/ist)

Denpasar (BBN INDONESIA) – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab meminta pemerintah di seluruh kabupaten dan kota di Bali agar data contact tracing (data pelacakan kontak,-red) dibuka seluas-luasnya kepada publik. Sebab data contact tracing akan mempersempit ruang gerak penularan COVID-19 terutama bagi transmisi lokal. “Di Bali misalnya, vaksin semakin masif, PPKM Darurat sudah berjalan sepekan namun kasus positif justru semakin meningkat dari hari ke hari. Publik harus tahu, data contact tracing, sehingga proteksi terhadap diri, keluarga, dan lingkungan bisa terbangun dengan sendirinya,” tandasnya di Denpasar, Jumat (9/7/2021).

Menurutnya, data contact tracing dibuka namun tetap memperhatikan aturan dan norma yang berlaku. Misalnya tidak usah menyebut nama. Cukup menyebut wilayah seperti desa atau kecamatan. Jumlah atau angka juga harus disebutkan serta saat tracing dilakukan.

“Tujuannya agar wilayah yang bersangkutan segera proteksi diri, mencari solusi dan seterusnya. Data contact tracing ini sangat dibutuhkan agar Bali tercitra secara positif terutama di mata dunia dan WHO. Sebab, WHO mensyaratkan bahwa contact tracing sebanyak 25 sampai 30 orang untuk satu kasus positif,” ulas Umar.

Ratio tracing ini sangat dibutuhkan agar lebih cepat mempersempit ruang gerak penularan COVID-19 di wilayah Bali. “Dari data yang terpublikasi, kasus tertinggi ada di Denpasar dan Badung saja. Di Karangasem dan Bangli selalu terendah. Ini juga jadi pertanyaan, apakah penanganan di sana sangat bagus, atau apakah tidak dilakukan tracing,” pungkasnya. (BBN/001)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button