Bali

Terkuak, Pratima Temuan di Sarimertha Milik Pengempon Pura Wilayah Kuta

Polres Klungkung menyerahkan hasil temuan pratima kepada pihak Polsek Kuta untuk penyelidikan lebih lanjut. (ist)

Semarapura (BBN INDONESIA) – Setelah Polres Klungkung melakukan koordinasi dengan Polda Bali, teka-teki pemilik pratima yang ditemukan terkubur dibawah pohon pisang di Dusun Sarimertha, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung akhirnya terungkap. Berdasarkan penelusuran pratima tersebut ternyata berasal dari salah satu pengempon pura di wilayah Kuta, Badung.

Dengan demikian Polres Klungkung akhirnya menyerahkan seluruh barang bukti pratima yang ditemukan di dalam brankas tersebut kepada pihak Polsek Kuta untuk mengungkap siapa pelaku dibalik kasus yang menggegerkan warga tersebut, Sabtu (3/4/2021) sore.

“Sudah kita serahkan barang bukti kepada Polsek Kuta karena LP (laporan polisi) dan BB (barang bukti) nya cocok dengan yang kita temukan di Desa Negari, Banjarangkan, Klungkung,” ujar Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Ario Seno Wimoko, Senin (5/4/2021) kepada awak media.

Ario Seno menjelaskan semua pratima yang ditemukan di Klungkung berasal dari salah satu pura di wilayah Kuta. Hal ini sudah dicocokan dengan dokumentasi foto pratima dari pihak pemiliknya. Hanya saja Ario Seno tidak ingat nama pura yang kehilangan pratima di Kuta. “Saya kurang 86. Yang jelas pratima itu berasal dari satu lokasi. Jadi semua item yang ditemukan semuanya satu kesatuan sehingga kita kembalikan,” terangnya.

Pasca terungkapnya pemilik dari pratima tersebut Ario Seno menjelaskan telah menyerahkan kasus tersebut ke Polsek Kuta. Namun pihaknya di Polres Klungkung tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang mengubur pratima tersebut dan apa tujuannya.

“LP nya bukan di kita. Tapi tetap kita akan koordinasi kalau misalnya kita tahu siapa pelakunya langsung kita kabarkan ke polsek Kuta,” pungkas Ario Seno.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian berawal ketika salah seorang warga bernama Samsudin alias Kipli (25) asal Dusun Jabondarik, Desa Menemeng, Kecamatan Pinggirrata, Kabupaten Lombok Tengah menggali tanah di pekarangan gudang milik I Gusti Ngurah Arimbawa (84) tersebut sekitar pukul 08.00 Wita.

Pada saat menggali anak pohon pisang sekitar pukul 14.00 Wita, Samsudin kaget cangkulnya mengenai benda padat. Awalnya Samsudin mengira cangkulnya mengenai seng, sehingga dia memberitahukan Gusti Arimbawa yang kebetulan ada di sekitar lokasi pekarangan.

Curiga dengan hal itu, Gusti Arimbawa meminta Samsudin untuk mengangkatnya. “Setelah diangkat ternyata benda tersebut sebuah brankas,” ungkapnya.

Karena penasaran dengan isi didalamnya, Gusti Arimbawa bersama Samsudin kemudian membuka paksa brankas yang terkunci dengan rapat tersebut. Setelah berhasil dibuka, di dalam brankas berisi dua buah pretima Rambut Sedana Lanang Istri berupa patung lengkap dengan hiasan emas.

Selain itu ada juga genta, tiga ikat pis bolong, tiga buah bunga emas, sebuah bokor kecil, empat biji pretima anting, dua buah bapang emas, dua kojong kwangen emas, dua biji sabuk emas, dua biji gelung emas dan gelang emas.

Anehnya lagi di dalam brankas tersebut juga terdapat sebuah masker warna putih dan satu pasang sarung tangan warna hitam dengan gambar Spiderman. Ada yang menduga, pratima dan barang sakral tersebut yang diperkirakan senilai Rp77 juta tersebut merupakan hasil kejahatan yang dilakukan di masa pandemi Covid-19.

Semarapura (BBN INDONESIA) – Setelah Polres Klungkung melakukan koordinasi dengan Polda Bali, teka-teki pemilik pratima yang ditemukan terkubur dibawah pohon pisang di Dusun Sarimertha, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung akhirnya terungkap. Berdasarkan penelusuran pratima tersebut ternyata berasal dari salah satu pengempon pura di wilayah Kuta, Badung.

Dengan demikian Polres Klungkung akhirnya menyerahkan seluruh barang bukti pratima yang ditemukan di dalam brankas tersebut kepada pihak Polsek Kuta untuk mengungkap siapa pelaku dibalik kasus yang menggegerkan warga tersebut, Sabtu (3/4/2021) sore.

“Sudah kita serahkan barang bukti kepada Polsek Kuta karena LP (laporan polisi) dan BB (barang bukti) nya cocok dengan yang kita temukan di Desa Negari, Banjarangkan, Klungkung,” ujar Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Ario Seno Wimoko, Senin (5/4/2021) kepada awak media.

Ario Seno menjelaskan semua pratima yang ditemukan di Klungkung berasal dari salah satu pura di wilayah Kuta. Hal ini sudah dicocokan dengan dokumentasi foto pratima dari pihak pemiliknya. Hanya saja Ario Seno tidak ingat nama pura yang kehilangan pratima di Kuta. “Saya kurang 86. Yang jelas pratima itu berasal dari satu lokasi. Jadi semua item yang ditemukan semuanya satu kesatuan sehingga kita kembalikan,” terangnya.

Pasca terungkapnya pemilik dari pratima tersebut Ario Seno menjelaskan telah menyerahkan kasus tersebut ke Polsek Kuta. Namun pihaknya di Polres Klungkung tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang mengubur pratima tersebut dan apa tujuannya.

“LP nya bukan di kita. Tapi tetap kita akan koordinasi kalau misalnya kita tahu siapa pelakunya langsung kita kabarkan ke polsek Kuta,” pungkas Ario Seno.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian berawal ketika salah seorang warga bernama Samsudin alias Kipli (25) asal Dusun Jabondarik, Desa Menemeng, Kecamatan Pinggirrata, Kabupaten Lombok Tengah menggali tanah di pekarangan gudang batako milik I Gusti Ngurah Arimbawa (84) di Dusun Sarimertha, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan , Klungkung, Jumat (2/4/2021) sekitar pukul 08.00 Wita.

Pada saat menggali anak pohon pisang sekitar pukul 14.00 Wita, Samsudin kaget cangkulnya mengenai benda padat. Awalnya Samsudin mengira cangkulnya mengenai seng, sehingga dia memberitahukan Gusti Arimbawa yang kebetulan ada di sekitar lokasi pekarangan.

Curiga dengan hal itu, Gusti Arimbawa meminta Samsudin untuk mengangkatnya. “Setelah diangkat ternyata benda tersebut sebuah brankas,” ungkapnya.

Karena penasaran dengan isi didalamnya, Gusti Arimbawa bersama Samsudin kemudian membuka paksa brankas yang terkunci dengan rapat tersebut. Setelah berhasil dibuka, di dalam brankas berisi dua buah pretima Rambut Sedana Lanang Istri berupa patung lengkap dengan hiasan emas.

Selain itu ada juga genta, tiga ikat pis bolong, tiga buah bunga emas, sebuah bokor kecil, empat biji pretima anting, dua buah bapang emas, dua kojong kwangen emas, dua biji sabuk emas, dua biji gelung emas dan gelang emas.

Anehnya lagi di dalam brankas tersebut juga terdapat sebuah masker warna putih dan satu pasang sarung tangan warna hitam dengan gambar Spiderman. Ada yang menduga, pratima dan barang sakral tersebut merupakan hasil kejahatan yang dilakukan di masa pandemi Covid-19.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close