Friday, 18-06-2021
Bali

Terdampar Mati Tanpa Sirip di Pantai Tegal Besar, Hiu Paus Dikubur

Caption: Prosesi upacara sederhana penguburan bangkai ikan hiu paus (Ryncodon typus sp.) di Pantai Tegal Besar, Desa Negari, Banjarangkan, Klungkung, Sabtu (8/5/2021) sore. Foto: ist.

Klungkung (BBN INDONESIA) – Ikan hiu paus (Ryncodon typus sp.) yang sebelumnya sempat terdampar dan menghebohkan warga sekitar Pantai Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung akhirnya ditemukan kembali dalam keadaan mati dengan kondisi tubuh yang tidak utuh di wilayah pantai yang sama Sabtu, (7/5/2021) pagi. Bangkai ikan bercorak tutul inipun dikubur guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Padahal saat pertama kali ditemukan terdampar Jumat (7/5/2021) pukul 17.00 Wita ikan langka tersebut masih dalam kondisi hidup dan sempat diselamatkan warga dengan mendorongnya ke tengah laut.

Awalnya diketahuinya terdamparnya ikan jenis hiu tersebut oleh Bhabinkamtibmas l Wayan Sudarma bersama warga sekitar di Pantai Tegal Besar yang berpasir hitam itu.

Kemudian Sudarma bersama warga menarik ikan besar bercorak tutul tersebut ke tengah laut. Namun pada hari Sabtu tanggal 8 Mei 2021 pukul 08.45 Wita kembali ditemukan terdampar 100 meter ke timur dari lokasi awal ditemukan di kawasan pantai yang sama.

Atas kejadian tersebut Kapolres Klungkung AKBP Bima Aria Viyasa, S.I.K., S.H., M.H  menjelaskan penemuan kembali ikan hiu paus tersebut dalam kondisi mati dan tidak utuh dimana ekor dan sirip kanan kirinya sudah hilang. Bagian dalam perut ikan juga terlihat keluar. Warga menduga bagian-bagian tubuh ikan yang dilindungi itu diambil orang yang tidak bertanggungjawab pada pagi hari sebelum dilakukan penguburan.

Melihat kondisi bangkai ikan yang memprihatinkan tersebut akhirnya Kapolres Klungkung bersinergi dengan Balai Pengelola Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSDL), Kementrian Kelautan Wilayah Denpasar, BPBD dan relawan sosial untuk menguburkan bangkai ikan hiu paus tutul berukuran sekitar 3,5 meter dan lebar hampir 1 meter ini.

“Tim TNI/Polri memutuskan untuk dikubur secara layak agar bagian tubuhnya tidak lagu diambil orang. Selain itu agar tidak menimbulkan bau busuk dan menjadi sumber penyakit serta mencemari lingkungan pesisir,” jelas Kapolres.

Seorang wanita berpakaian adat Bali nampak mendampingi Kapolres Klungkung menghaturkan sesajen yang beralaskan kain kasa putih untuk upacara sederhana penguburan bangkai ikan besar tersebut secara layak di kedalaman sekitar 2 meter ini.

Terhadap kejadian fenomena alam terdamparnya ikan hiu sering terjadi di beberapa wilayah di pesisir pantai Bali Kapolres mengimbau kepada masyarakat pesisir jika mengetahui kejadian serupa agar cepat melaporkan. Tujuannya supaya secepatnya bisa dievakuasi atau diselamatkan.

Mengutip dari WWF dan LiveScience dan kkp.go.id, ikan hiu yang merupakan salah satu hewan yang dilindungi tersebut terdampar di pesisir karena diduga peralihan musim dari musim hujan ke kemarau sehingga terjadi migrasi ikan hiu tersebut ke tepi pantai.

Peralihan musim disebutkan berpengaruh pada temperatur air laut hingga menyebabkan migrasi hiu untuk mencari makanan dengan mengikuti perubahan temperatur air tersebut.

Disebutkan ikan hiu paus tidak boleh dikonsumsi karena merupakan hewan yang dilindungi.

Hiu paus masuk dalam jajaran ikan hiu terbesar di lautan. Hiu paus bisa tumbuh hingga mencapai panjang 12 meter.

Mereka juga bisa mencapai bobot hingga 20 ton lebih. Ukuran ini sama dengan sebuah bus.

Ukuran hiu paus merupakan yang terbesar dari semua jenis hiu. Bahkan hiu putih yang terkenal besar dan ganas, tidak sebanding dengan besar hiu tutul.

Bentuk unik mulut si hiu paus

Bentuk mulut hiu paus melebar. Mulut hiu paus juga bisa terbuka hingga 1 meter lebih. Mereka memiliki banyak gigi kecil yang tidak berbahaya.

Si hiu yang tidak berbahaya

Meskipun masuk dalam kelompok hiu, hiu paus sedikit berbeda dengan hiu kebanyakan. Banyak orang menganggap hiu sebagai predator berdarah dingin.

Ada beberapa kejadian hiu yang menyerang manusia yang sedang berenang. Tapi berbeda dengan hiu paus.

Hiu ini dikenal sebagai hiu yang “jinak”. Hiu paus tidak memiliki gigi yang tajam seperti hiu putih.

Makanan pokok hiu tutul adalah plankton, udang kecil dan ikan kecil. Hiu ini menggunakan sejenis penyaring untuk mendapatkan makanannya.

Habitat ikan hiu paus

Hiu paus senang tinggal di perairan tropis. Mereka senang berenang di berbagai perairan tropis di seluruh dunia. Hiu paus juga mampu berenang berkilo-kilo meter untuk mencari makan.

Hiu paus bisa berumur puluhan tahun

Hiu paus memiliki jangka hidup yang cukup lama. Hiu ini bisa hidup puluhan tahun hingga mencapai 150 tahun lamanya.

Hiu paus bukan perenang yang aktif. Mereka lebih senang berenang lambat. Kecepatan berenang mereka bahkan tidak lebih dari 5km/jam.

Hiu paus, Rhincodon typus, adalah spesies ikan terbesar. Ikan ini diklasifikasikan secara ilmiah dalam taksanomi seperti dikutip dari wikipedia sebagai berikut:

Nama ilmiah

Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Chondrichthyes Sub Kelas: Elasmobranchii
Ordo: Orectolobiformes
Famili: Rhincodontidae
Genus: Rhincodon
Spesies: Rhincodon typus
Nama Umum: Hiu Paus
Nama Lokal: Hiu Bintang, Hiu Tutul (nama yang cenderung menyesatkan karena banyak jenis cucut bercorak totol seperti bintang) Geger Lintang (punggung bintang), Hiu Totol.

Morfologi

Hiu paus merupakan satu-satunya ikan terbesar dari marga Rhincodon. Biota ini dinamakan hiu paus karena ukuran tubuhnya yang besar. Pada tubuhnya, terdapat pola/corak totol putih sehingga biasa disebut juga hiu totol. Kepala hiu paus berbentuk gepeng dengan mulut yang lebar. Diketahui lebar mulut ikan hiu paus dapat mencapai 1,4 meter (Hukom, 2016). Selain itu, hiu paus memiliki dua sirip dorsal/punggung, sirip pektoral/dada, sirip pelvic/perut, sirip anal, dan sirip kaudal/ekor.

Regulasi

Secara nasional, Hiu Paus termasuk dalam jenis ikan dilindungi dengan status  Perlindungan Penuh menurut  Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus), dengan status perlindungan penuh pada seluruh siklus hidup dan/atau bagian-bagian tubuhnya. Ikan Hiu Paus juga termasuk ke dalam daftar CITES Appendix II pada tahun 2003.

Sebaran dan habitat

Hiu paus memiliki habitat pelagis yang berarti bahwa hiu paus lebih banyak menghabiskan waktu di permukaan atau kolom perairan (Colman, 2007). Ikan ini dapat dijumpai di perairan lepas hingga perairan pantai, bahkan kadang masuk ke daerah laguna di pulau atol. Selain itu, hiu paus cenderung bersifat kosmopolitan. Menurut Colman (1997), sebaran hiu paus meliputi perairan tropis dan subtropis hangat (18-30o C) pada posisi di antara 30o N dan 30o S, kecuali di Laut Mediterrania

Data Kemunculan dan Keterdamparan

Peta sebaran hiu paus terdampar yang telah tercatat di wilayah kerja BPSPL Padang diantaranya:

1. Hiu Paus Seberat 3 Ton Terdampar di Pandan, Tapanauli Tengah, Sumatera Utara

2. Hiu Paus Sepanjang 5 Meter Terdampar di Pantai Anakan, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan

3. Hiu Paus terdampar di Pantai Air Manis, Korong Sungai Limau, Nagari Kuranji Hilir, Sungai Limau, Padang Pariaman

4. Hiu Paus Terdampar di Pasia Taluak Batuang, Pesisir Selatan

5. Hiu Paus Terdampar di Pantai Tan Sridano, Pesisir Selatan

6. Hiu Paus Terjaring Pukat Nelayan di Aceh Selatan

7. Hiu Paus Mati Terjaring Pukat Nelayan di Desa Bangka Rimung, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur Dikuburkan Sesuai SOP.

8. Penyelamatan Hiu Paus Terjaring di Aceh Selatan.

9.Penanganan Hiu Paus Terdampar di Suratih, Pesisir Selatan (BBN/001)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button