Monday, 27-09-2021
Bali

Tak Diterima Audiensi, BEM FH Unud Gelar Aksi di depan Rumah Jabatan Gubernur Bali

Warga Denpasar nampak senang menerima bantuan nasi bungkus dari BEM FH Unud, Jumat (23/7/2021)

Denpasar (BBN INDONESIA) – Dampak pandemi Covid-19 yang tak kunjung surut, telah cukup merepotkan ekonomi dan kehidupan masyarakat. Lalu ditambah lagi dengan kebijakan PPKM yang bagi sebagian masyarakat dianggap membelenggu pergerakan ekonomi yang baru mulai merangkak lagi.

Sebagai bagian dari masyarakat Bali, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Udayana (Unud) telah berupaya menempuh cara-cara terhormat untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. BEM FH Unud telah bersurat resmi meminta bertemu Gubernur Bali Wayan Koster untuk menyampaikan kajian mahasiswa FH Unud tentang PPKM Darurat dan PPKM Level 3 yang saat ini sedang berlangsung.

Namun Gubernur Bali Wayan Koster menurut mereka sepertinya tidak menganggap penting pikiran yang dilahirkan dari kajian mahasiswa dalam hal ini BEM FH Unud Denpasar. Buktinya sudah 3 minggu BEM FH Unud meminta bertemu namun tidak ada jawaban jelas dari Gubernur Wayan Koster.

Lantaran tidak ditanggapinya gerakan BEM FH Unud dalam menyuarakan keluhan masyrakat akan suasana gersang PPKM Darurat, BEM FH Unud mengambil aksi.

“Kami kecewa, karena sampai saat ini masih diberi lampu semu oleh Pemprov Bali. Tidak jelas kapan diterima Gubernur Bali. Padahal lapar masyarakat dan protes-protes terkait PPKM Darurat dan PPKM Level 3 terus terusan menyengsarakan rakyat,” ujar Ketua BEM FH Unud, Gilbert Kurniawan Oja, Jumat 23 Juli di Denpasar.

Tak mau menunggu kesempatan bertemu Gubernur, BEM FH Unud menggelar aksi sosial membagi nasi untuk masyarakat. Aksi tersebut mereka namai ‘Aksi anti Perut Lapar’ dengan memilih beberapa titik aksi di seputaran Kota Denpasar pada Jumat 23 Juli 2021.

“Kami anak BEM FH Unud dengan rasa empati atas keresahan terjadi akibat kebijakan yang terus mengikat ingin berjuang membantu masyarakat dengan mengadakan aksi sosial membagi nasi bungkus kepada masyarakat,” tandas Ketua BEM FH Unud yang akrab disapa Bily ini kepada awak media.

Adapun lokasi pembagian nasi bungkus adalah, kawasan ‘Bajra Sandhi’ Renon pada tanggal 22 Juli 2021, dengan jumlah nasi yang dibagikan sebanyak 70 bungkus, Jalan Gajah Mada hari yang sama dengan jumlah nasi yang dibagikan sebanyak 50 bungkus. Rumah Jabatan Gubernur Bali pada tanggal 23 Juli 2021, dengan jumlah nasi yang dibagikan sebanyak 50 bungkus Sekeliling Kota Denpasar pada tanggal 23 Juli 2021, dengan jumlah nasi yang dibagikan sebanyak 70 bungkus.

“Nasi yang kami bagikan memanglah tidak seberapa, tetapi ada rasa yang tak boleh hilang di hati kita semua, yaitu kepedulian. Gerakan ini akan kami lakukan, semasih kebijakan pemerintah belum berpihak pada masyarakat kecil,” pungkas Bily. (BBN/011/Sin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button