Sportainment

Sepak bola libur, stasiun TV putar otak agar menghibur

Jakarta (BBN INDONESIA) – Media sepak bola di Eropa memutar otak agar bisa tetap memberikan sajian olahraga kepada para penggemar di tengah kekosongan pertandingan yang banyak ditunda akibat pandemi virus corona.

Segala cara dilakukan mulai dari menayangkan perdebatan sengit komentator hingga laporan pertandingan secara terperinci yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Dilansir AFP, Minggu, legenda Tottenham, Barcelona, dan timnas Inggris, Gary Lineker, bahkan rela menjadikan rumahnya sebagai tempat syuting sebuah acara program Match of the Day bersama tamunya, Alan Sheater dan Ian Wright.

Pada acara tersebut, Lineker, Shearer, dan Wright memperdebatkan kapten terhebat sepanjang masa Liga Inggris.

Kali ini tidak ada perdebatan tentang VAR. Shearer sebagai legenda Newcastle malahan bercerita soal persaingannya yang berkesan dengan eks kapten Manchester United, Roy Keane.

Langkah serupa juga dilakukan BBC untuk menyiarkan tayangan olahraga kepada para penontonnya.

Pada beberapa waktu lalu, tayangan mereka yang seharusnya diisi oleh pertandingan perempat final Piala FA diganti menjadi tayangan delapan pertandingan klasik.

Sementara itu, di Italia yang menjadi negara di Eropa paling terdampak terpapar virus corona itu, media sepak bola di sana difokuskan untuk meningkatkan rasa nasionalisme melalui sepak bola.

Sky Sports, misalnya menyiarkan pertandingan timnas Italia saat menang di Piala Dunia 2006.

Ada juga acara khusus yang menayangkan para pelatih Italia yang mencatatkan prestasi di Inggris.

Ada pelatih Claudio Ranieri yang membawa gelar Liga Inggris bagi Leicester City, Roberto Mancini yang memenangi gelar untuk Manchester City, serta Carlo Ancelotti yang pernah membawa Chelsea juara Liga Inggris dua kali.

Di Spanyol, klub Leganes melakukan live tweet dalam pertandingan mereka yang ditunda melawan Valladoid.

Tiga komentator sepak bola asal Spanyol, yaitu Manolo Lama dari Cadena Copa, Miguel Angel Roman dari Movistar dan Antoni Daimiel dari Cadena Ser, kali ini justru beralih menjadi komentatot di turnamen PlayStation La Liga akhir pekan.

Kemudian di Prancis, sebagian besar porsi pemberitaan olahraga diisi dengan big match antara Marseille vs PSG, yang harus ditunda akibat virus corona.

Sehingga tayangan tersebut berubah menjadi tanyangan nostalgia pertandingan kedua tim dalam sedekade terakhir.

Lalu saluran televisi Sky Jerman menghabiskan akhir pekan dengan menayangkan ulang kompilasi gol-gol spektakuler Bundesliga.

Sementara layangan streaming DAZN memilih untuk menayangkan seluruh laga final Liga Champions mulai dari 1992 hingga 2019.

 


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close