Bali

Sekjen KPI Pusat Dewa Nyoman Budiasa: PMI Itu Saudara Kita, Hentikan Perundungan Terhadap Pahlawan Devisa

Sekjen KPI Pusat Dewa Nyoman Budiasa saat wawancara beritabicaranetwork.com di kliniknya Jl. Hayam Wuruk Denpasar.

Denpasar (BBN INDONESIA) – Adanya penolakan sejumlah warga Sengkidu, Manggis, Karangasem dengan cara mengusir bus yang membawa Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri untuk dikarantina di Hotel Rama Ocean Candidasa Rabu (15/4) malam sangat disesalkan oleh Sekjen Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Pusat Dewa Nyoman Budiasa, SE.

Ia dengan tegas menyatakan PMI yang tiba di Bali ini sebelumnya sudah dicek kesehatannya dan dalam kondisi yang sehat dan tidak ada yang terpapar virus Corona (Covid-19). Sementara yang diketahui mengalami sakit atau positif dirawat dan diisolasi di rumah sakit rujukan pasien Covid-19.

Bagi yang sakit dan positif dikarantina di rumah sakit. Yang sehat dan negatif disediakan tempat isolasi selama 14 hari oleh pemerintah baik di hotel, villa ataupun fasilitas lain yang mendukung. Setelah diisolasi 14 hari dan tetap sehat, baru diijinkan pulang ke rumah masing-masing,” tandas pria yang juga Ketua DPD Partai Nasdem Kota Denpasar tersebut.

Menurutnya PMI yang dikarantina di hotel itu telah melewati protap kesehatan yang diterapkan pemerintah melalui Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali yang bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota di Bali dengan satgas-satgasnya yang sudah terbentuk.

PMI yang kebanyakan pekerja kapal pesiar ini dikarantina di hotel atau lokasi lainnya oleh pemerintah daerah, sekali lagi adalah mereka yang kondisinya sehat. Jadi tidak usah berlebihan dan khawatir kalau mereka dikarantina di sekitar kita karena protap kesehatannya ketat. Kasihan banget mereka. Sudah datang dari jauh untuk mencari nafkah dan memberikan devisa pada negara, eeh setelah mendarat di tanah kelahiran justru diperlakukan tidak manusiawi seperti itu. PMI adalah saudara kita. Jangan dianggap pesakitan. Hentikan perundungan terhadap PMI. Sambutlah mereka dengan baik dan santun,” imbau anggota Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali dari unsur serikat pekerja pelaut.

Pria yang juga digadang-gadang kuat mendampingi AA. Ngurah Panji Astika sebagai bakal calon wakilnya dalam Pilkada Tabanan 2020 mendatang mengimbau kepada masyarakat untuk memahami cara penularan virus Corona dan tidak tepancing dengan provokasi massa dan informasi yang tidak jelas terkait terkait PMI dan Corona itu sendiri. Apalagi standar kesehatan yang diterapkan di perusahaan kapal tempatnya bekerja di luar negeri tidak perlu dikhawatirkan lagi. Sebelum ke Bali PMI diperiksa kesehatannya oleh Badan Karantina Kesehatan setempat dan diberikan Sertifikasi Sehat.

Dewa Nyoman Budiasa yang juga owner Klinik Padma Bahtera Medika, Jl. Hayam Wuruk Denpasar ini menyebutkan sekitar 30 ribu orang Bali bekerja di kapal pesiar. Menurutnya ini jumlah SDM yang tidak sedikit dan PMI sudah menyumbangkan devisa kepada negara dan mengurangi pengangguran di dalam negeri.

Sebelum krisis ekonomi akibat virus mematikan tersebut melanda mereka terbukti mampu meningkatkan taraf kehidupan dan ekonomi keluarganya dari penghasilannya sebagai pekerja kapal pesiar. Namun semenjak pandemik Corona mewabah bisnis perusahaan kapal pesiar ambruk dengan tragis dalam 30 tahun terakhir ini dengan kerugian yang diestimasi miliaran US dolar. Awak kapal dipulangkan ke negara asal masing-masing karena perusahaan tidak bisa lagi mempekerjakan mereka akibat ketiadaan wisatawan yang menggunakan jasa pesiar.

Pria yang berasal dari Br. Jadi, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan tersebut menambahkan jumlah PMI Indonesia dari 404 perusahaan kapal pesiar dunia yakni 180 ribu orang. Angka tersebut mendudukkan PMI Indonesia berada di peringkat nomor 2 setelah Filipina.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close