Bali

Sambut New Normal, DPRD Badung Sediakan Sarana Protokol Covid-19

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Badung I Gusti Agung Made Wardika,. SE, MSi.

Mangupura (BBN INDONESIA) – Sebagai wujud kesiapan untuk menyambut New Normal (Tatanan Normal Baru) Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung telah menyediakan sarana dan prasarana protokol kesehatan Covid-19. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Badung I Gusti Agung Made Wardika,. SE, MSi.

“Kami di Sekretariat DPRD dari segi sarana dan prasarana di setiap lantai sudah menyiapkan alat pencuci tangan portabel, thermo gun. Begitu masuk gedung kami, sudah ada 6 security yang akan memeriksa suhu tubuh setiap pegawai dan anggota dewan dengan thermo gun. Ini wajib prosedurnya,” ungkap Agung Wardika kepada awak media di ruang Sekwan DPRD Puspem Badung, Kamis, (11/06/2020).

Terkait hal itu, sesuai Surat Edaran Bupati Badung tanggal 3 Juni 2020 dan tindak lanjut surat edaran pusat dan Provinsi Bali, di Kabupaten Badung. Selain itu juga menindaklanjuti Surat Edaran Nomer 256 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Badung.

“Nah itu, surat ini ditujukan kepada seluruh perangkat daerah di Badung termasuk para camat, lurah, perbekel termasuk badan usaha,” tegasnya.

Agung Wardika menerangkan, selama dilakukan thermogun kepada pegawai dan anggota dewan, selama ini tidak ada laporan suhu tubug yang panasnya diatas 37 derajat celcius. Yang artinya sudah lolos dan juga di setiap ruangan terdapat hand sanitizer, sedangkan untuk penyemprotan disinfektan sudah dilakukan secara berkala.

Sebelumnya, begitu tanggal 5 Juni 2020 pegawai sudah mulai masuk kerja, pihaknya langsung melakukan pengecekan di setiap ruangan kerja di Gedung DPRD Badung. Selanjutnya dilakukanlah evaluasi, setelah dilakukan evaluasi, kehadiran nantinya diatur dalam shift kerja karena dibenarkan secara surat edaran.

“Kami di perangkat daerah menyiapkan petugas piket, sehingga dari segi social distancing, tidak berkerumun lagi. Seluruhnya hadir dan sesuai harapan jaga jarak atau physical distancing satu setengah sampai dua meter tempat duduknya,” terangnya.

Berkaitan dengan kinerja dewan, tidak harus diam di rumah tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan. Sebelumnya memang dua komisi sudah melaksanakan rapat kerja, dan akan ada kunjungan kerja untuk melaksanakan fungsi pengawasan. Selaku fungsi pengawasan, dewan sifatnya turun ke lapangan.

“Ya ada pembagian tugas shift piket kerja, sekarang kan dewan kunker. Salah salah kegiatan dewan, karena tidak bisa diterima di tempat lain, tetap kami upayakan dewan berkinerja. Nah kunjungan kerjanya dalam daerah, dalam kabupaten dan kami fasilitasi untuk itu,” pungkasnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close