Bursa

Saham China ditutup lebih rendah karena sentimen investor melemah

Beijing (BBN INDONESIA) – Saham-saham China berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu, melanjutkan penurunan sehari sebelumnya, setelah data menunjukkan kemerosotan tajam dalam penyaluran kredit bank di tengah kian meningkatnya ketegangan China-AS.

Indikator utama pasar saham China, Indeks Komposit Shanghai merosot 0,63 persen menjadi ditutup pada 3.319,27 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen di bursa kedua China berakhir 1,17 persen lebih rendah pada 13.308,52 poin.

Bank-bank China menyalurkan 992,7 miliar yuan (sekitar 143 miliar dolar AS) pinjaman yuan baru pada Juli, turun tajam dari 1,81 triliun yuan pada Juni dan jauh dari ekspektasi para analis, data oleh bank sentral China (PBoC) menunjukkan Selasa (11/8/2020).

Angka pinjaman bank yang lebih rendah dari perkiraan menunjukkan bahwa bank sentral berhati-hati tentang pelonggaran moneter lebih lanjut, sebagian mengarah ke sentimen yang lebih lemah dan mendorong investor untuk menjual dan mengunci keuntungan dari kenaikan baru-baru ini.

Dikutip dari Xinhua, nilai transaksi gabungan saham yang mencakup kedua indeks tersebut menyusut menjadi 1,08 triliun yuan dari 1,13 triliun yuan pada hari perdagangan sebelumnya.

Saham-saham perusahaan terkait dengan emas memimpin penurunan setelah emas berjangka global jatuh 4,6 persen pada Selasa (11/8/2020), penurunan terbesar dalam tujuh tahun.

Saham Zhongjin Gold Corp, produsen emas terkemuka, jatuh 8,14 persen menjadi ditutup pada 10,15 yuan per saham.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, berkurang 1,98 persen menjadi ditutup pada 2.635,5 poin.


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close