Bursa

Saham Australia berakhir merosot, terseret anjloknya saham teknologi

Sydney (BBN INDONESIA) – Saham-saham Australia berakhir merosot dengan kerugian meluas pada perdagangan Jumat, setelah sehari sebelumnya mencatat kenaikan, terseret oleh penurunan tajam saham-saham teknologi.

Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 70,50 poin atau 1,16 persen menjadi ditutup di 6.024,00 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas berkurang 65,90 poin atau 1,06 persen menjadi menetap di 6.148,00 poin.

“Saham-saham Aussie turun tajam pada Jumat setelah dukungan lemah dari Wall Street dan meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China,” Analis Pasar Commsec, Steven Daghlian mengatakan.

Hampir semua sektor diperdagangkan lebih rendah, dengan teknologi informasi berkinerja terburuk jatuh 2,1 persen. Sektor keuangan, perawatan kesehatan, dan industri juga turun lebih dari satu persen.

Di sektor keuangan, saham bank-bank besar jatuh dengan Commonwealth Bank turun 1,19 persen, ANZ turun 1,67 persen, National Australia Bank turun 1,37 persen dan Westpac Bank turun 1,82 persen.

Saham-saham pertambangan lebih rendah dengan BHP turun 0,46 persen, Rio Tinto turun 0,53 persen, Fortescue Metal turun 0,49 persen dan penambang emas Newcrest turun 0,55 persen.

Saham produsen-produsen minyak dan gas merosot dengan Oil Search turun 3,39 persen, Santos turun 1,24 persen dan Woodside Petroleum turun 0,24 persen.

Saham supermarket terbesar Australia terangkat dengan Coles naik 0,06 persen dan Woolworths naik 0,47 persen.

Sementara itu saham raksasa telekomunikasi Telstra melemah 0,60 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas anjlok 2,67 persen dan perusahaan biomedis CSL turun 1,91 persen.


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close