Sinema

Rumah produksi kalang kabut tuntaskan sinetron religi untuk Ramadhan

Jakarta (BBN INDONESIA) – Rumah produksi film, drama seri atau sinteron religi di berbagai belahan dunia sedang kalang kabut mencari cara untuk meneruskan proses pembuatan acara untuk bulan Ramadhan yang sebentar lagi bergulir.

Dilansir AFP hari ini, banyak studio milik rumah produksi, artis serta kru tidak diperkenankan bekerja di luar rumah guna mencegah penyebaran virus corona baru (COVID-19).

Di saat yang sama, masyarakat yang juga diimbau menghabiskan waktu di rumah membutuhkan hiburan, bisa berupa tontonan dari televisi.

“Kami memiliki empat serial TV Ramadhan yang belum selesai syuting di Lebanon, dan satu lagi di Suriah. Semua ditangguhkan sekarang,” kata kepala sebuah jaringan produksi televisi yang berbasis di Dubai kepada AFP.

“Hitungan mundur telah dimulai. Kami perlu konten sebanyak mungkin sebelum Ramadhan. Jika kami tidak dapat menyiapkan acara, kami akan melihat untuk membeli dari rumah-rumah produksi, bahkan jika kualitasnya lebih rendah,” katanya.

AFP menyebutkan berdasarkan sebuah riset, 90 persen pemirsa di Timur Tengah menyaksikan acara televisi lokal.

Sama seperti di Indonesia, siaran religi di Timur Tengah akan menghiasi layar televisi pada periode menjelang berbuka puasa dan sahur.

Periode yang menarik banyak penonton itu memiliki harga iklan yang tinggi.

Meski bertema religi, namun kisah yang ditawarkan serial religi selama Ramadhan cukup beragam, mulai dari sejarah, cinta, komedi, pertarungan untuk membela kebenaran hingga misteri.

Kendati demikian, siaran televisi juga mendapat saingan dari platform daring, misalnya Netflix.

Jamal Sinan, pemilik Eagles Films Production, berusaha menuntaskan serial Ramadhan yang ia buat di Lebanon.

“Kami berkomitmen untuk mengikuti aturan, sementara kami juga mencari cara untuk terus bekerja, seperti membawa sedikit juru kamera… Tapi kami tidak tahu sampai kapan ini bisa terjadi,” katanya kepada AFP.

Bintang Libanon, Cyrine Abdel Nour yang menjadi pemeran utama dalam sebuah drama religi harus disemprot disinfektan sebelum memasuki sebuah rumah untuk syuting episode terakhir.

“Tolong jangan menertawakanku,” tulisnya di akun Instagram pribadi. “Ini adalah cara kami membuat film. Semoga Tuhan mengakhiri periode ini. Supaya kami bisa kembali syuting.”

 


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close