Bisnis

PUPR komitmen rehabilitasi rumah sakit untuk atasi Corona di Sulteng

Jakarta (BBN INDONESIA) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR tetap berkomitmen melakukan rehabilitasi dua rumah sakit yang akan menjadi RS rujukan untuk menanggulangi wabah Covid-19 di Sulawesi Tengah (Sulteng) sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa penanganan pascabencana Sulteng meliputi tahap tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar membangun dengan kerentanan yang sama,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan dilakukan dengan memperhatikan dengan protokol keamanan terkait COVID-19 yakni physical dan social distancing. Rehabilitasi fasilitas kesehatan ini bertujuan untuk memperlancar layanan kesehatan bagi masyarakat di tengah pandemi COVID-19 di mana dua rumah sakit ini menjadi rumah sakit rujukan corona di Sulawesi Tengah.

Dua rumah sakit di Palu yang direhabilitasi Kementerian PUPR yakni RSUD Undata sebanyak 20 bangunan dan RSUD Anutapura sebanyak 22 bangunan. Pada Tahap 1A sebanyak 7 bangunan RSUD Undata dan 8 bangunan RSUD Anutapura sudah selesai ditangani.

Pada Tahap 1B sebanyak 13 bangunan lainnya di RSUD Undata dan 14 bangunan RSUD Anutapura akan direhabilitasi. Untuk Tahap 1B Detail Engineering Design (DED) kedua RSUD telah 100 persen, kontrak untuk RSUD Undata direncanakan pada Akhir April 2020 dan kontrak RSUD Anutapura pertengahan Mei 2020. Secara keseluruhan progres konstruksi rehabilitasi fasilitas kesehatan ini telah mencapai 35 persen.

Pandemi Covid-19 yang mengganas di seluruh wilayah Indonesia mendesak Kementerian PUPR untuk bergerak cepat dan berpartisipasi aktif dalam penanggulangan wabah tersebut melalui pembangunan, rehabilitasi dan mempersiapkan sejumlah fasilitas infrastruktur milik pemerintah untuk diubah menjadi rumah sakit darurat Covid-19.

Kementerian PUPR telah merampungkan dan mengubah Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta dan fasilitas infrastruktur Pulau Galang, Kepulauan Riau sebagai rumah sakit darurat Covid-19.

Kementerian PUPR juga melalui Direktorat Jenderal Perumahan kembali mempersiapkan tambahan sebanyak tiga tower atau menara di Wisma Atlet Kemayoran guna penanganan pasien COVID-19.

Di samping itu kementerian menjadikan bangunan rumah susun (Rusun) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kayangan Lombok Timur dan Rusunawa di Muaro Painan, Sumatera Barat, sebagai lokasi untuk karantina masyarakat yang terjangkit Virus Corona baru atau COVID-19.

Upaya-upaya tersebut merupakan bagian dari kebijakan PUPR melakukan refocusing kegiatan senilai Rp1,66 triliun yang sebagian besar akan dimanfaatkan untuk pemeliharaan fasilitas infrastruktur penanggulangan COVID-19.


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close