Bisnis

Proyek ketenagalistrikan di NTB-NTT tak terpengaruh COVID-19

Mataram (BBN INDONESIA) – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara memastikan bahwa proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur tetap berjalan dan tidak terpengaruh wabah COVID-19.

“Menghadapi wabah virus corona, pembangunan infrastruktur kelistrikan di NTB, dan NTT tetap berjalan,” kata Asisten Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, Lalu Irlan Jayadi di Mataram, Kamis.

Ia menegaskan masih berjalannya proses pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dibuktikan dengan Gardu Induk Bajawa 70 kilo Volt (kV) mendapatkan Sertifikat Laik Operasi pada 12 Maret 2020.

Selain itu, Trafo TFT 70/20 kV – 10 MVA Gardu Induk PLTU Sumbawa Barat 2 x 7 mega Watt (MW) mendapatkan rekomendasi laik bertegangan (RLB) pada 20 Maret 2020, dan Gardu Induk Pembakit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumbawa Barat 2 x 7 MW telah “energize” pada 21 Maret 2020.

“Memang benar beberapa pekerjaan kami terkendala karena wabah ‘Coronavirus Desease’ (COVID-19) karena ada arahan dari Menteri BUMN agar kami tidak berpergian dinas dahulu,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Irlan itu menambahkan bahwa beberapa pekerjaan yang masih bisa dikerjakan tanpa tatap muka masih bisa dimaksimalkan.

Kabar baik juga datang dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Uap (PLTMGU) Lombok Peaker yang di bangun di Kelurahan Tanjung Karang, Kota Mataram.

Pembangkit yang ditargetkan beroperasi pada Agustus 2020 telah melakukan pengujian “Rebility Run” (RR) PLTMGU Lombok Peaker pada 11–26 Maret 2020 dan melakukan pengujian “Performance Test” PLTMGU Lombok Peaker pada 27 Maret 2020.

“Kedua pengujian tersebut dilakukan secara daring (online),” ucap Irlan.

Sementara itu, Manajer Proyek PLTMGU Lombok Peaker, Nasrul mengatakan, pengujian PLTMGU Lombok Peaker secara daring menunjukkan kesiapan PLN dalam mendukung langkah pemerintah menghadapi penyebaran virus corona.

“Ini pertama kali performance test secara online. Langkah itu kami lakukan agar pekerjaan tetap berjalan, sehingga selesai tepat waktu,” ujar Nasrul.

Terkait dengan pencegahan penyebaran COVID-19, Irlan mengatakan, standar operasional prosedur (SOP) khusus selama siaga menghadapi wabah juga sudah dibuat agar pekerjaan tetap bisa optimal mengacu pada SOP Kementerian Kesehatan.

Ada lima SOP yang harus diterapkan, yakni pengecekan suhu tubuh dua kali dalam sehari, saat pagi dan sore hari, menggunakan hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan di lapangan.

Selain itu, petugas di lapangan menggunakan masker dan tidak melakukan kontak fisik kepada pelanggan, setiap petugas PLN menjaga kebersihan pribadi dan ruang kerja serta menerapkan pola hidup sehat, dan melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh ruang kantor, kantor pembangkit, serta gardu induk.

“Optimalisasi tersebut dilakukan secara disiplin, karena kesehatan pegawai berhubungan langsung pada optimalnya penyelesaian pekerjaan di lapangan,” kata Irlan.


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close