Friday, 18-06-2021
Bali

Prof Gelgel: AWK Cari Popularitas atas Inovasi Kolam Bioflok di Panti Asuhan Semara Putra

Staf Protokol AWK: Besok kita agendakan tanggapan beliau

Ket. Foto: Profesor Dr. rer.nat I Made Agus Gelgel Wirasuta, Apt., MSi., (ist)

Denpasar (BBN INDONESIA) – Ketua Panti Asuhan Semara Putra Klungkung Prof. Dr. rer.nat I Made Agus Gelgel Wirasuta, Apt., MSi., menyatakan keberatan dan dirugikan dengan klaim anggota DPD RI Dapil Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, SE, (MTru), MSi., atau Arya Wedakarna alias AWK di akun instagramnya (ig) @aryawedakarna. Dalam caption fotonya nampak AWK berdiri di pinggir kolam bioflok menyebutkan dirinya sebagai pembina kolam bioflok yang sebenarnya hasil karya dan inovasi sang profesor yang viral menciptakan Usada Barak berbahan arak ini.

Saat dikonfirmasi redaksi beritabicaranetwork.com (BBN) melalui sambungan telepon, Prof Gelgel selaku pembina panti menganggap klaim AWK tersebut tidak beretika terlebih sebagai pejabat dan mengaku dirinya raja. “Tolong etika sebagai seorang senator dijunjung tinggi. Ketika anda berkunjung untuk melihat katakanlah hanya melihat. Jangan bilang itu merupakan binaannya. Anda bukan pembina dari panti kami. Kami dalam pengurus tak pernah juga mencantumkan anda sebagai pembina,” tegas Prof Gelgel yang juga Dosen Farmasi di Universitas Udayana ini.

Ia memang membenarkan AWK sempat beberapa kali mengunjungi panti asuhannya saat masih dipimpin oleh ibunya. Ia juga tak pernah melarang siapapun yang datang melihat dan membantu anak asuhannya tapi bukan demi pencitraan politis dan kemudian memanipulasi informasi di media sosial.
“Kolam bioflok itu adalah sumbangan dari salah satu donatur di Jakarta yang tidak perlu saya sebutkan. Dia mendanai unit usaha di panti kami. Tyang (saya) buatkan program closed system kolam ikan bioflok adalah studi yang ia lakukan sendiri di tempat saya tinggal di kampung di Desa Aan. Kemudian bioflok ini dan produknya sudah banyak yang saya publish di ig dan facebook (FB) saya. Rencananya kita buatkan 20 kolam tapi baru selesai 8 karena tukangnya mudik. Kemudian dilanjutkan oleh seniornya yang tyang bina di kampung,” papar ketua panti asuhan yang beralamat di Jl. Dewi Sartika No.5, Br. Kartini, Semarapura, Klungkung ini.

Konsepnya jelas Prof Gelgel, selama ini ia memantau terjadi perubahan mental yang tidak bagus pada anak asuhnya yang total berjumlah 120 orang karena terlalu bergantung pada uluran tangan orang lain. Mengatasi hal itu kolam bioflok nantinya akan diisi ikan nila, patin dan lele. “Karena kebiasaan menerima sumbangan jadi mentalnya kayak orang miskin. Tyang usahakan agar mereka bisa berusaha mandiri. Minimal dia bisa berusaha untuk makan pedidi (sendiri) karena di sana ada anak yang normal dari orang tua yang tidak mampu dan anak disabilitas dari ada dari Klungkung, Bangli dan Karangasem. Kebanyakan dari Nusa Penida” terangnya.

Tangkapan layar dari FB tentang keberatan Prof. Gelgel Sabtu (8/5/2021) atas postingan ig @aryawedakarna.

Kembali ke persoalan istilah pembina Prof Gelgel menambahkan kalaupun AWK menyebut dirinya sebagai pembina semua panti asuhan Hindu di Bali, ia tidak mempermasalahkannya. Tapi bukan lantas mengaku sebagai pembina kolam bioflok di pantinya. Kalaupun menjadi pembina mestinya AWK ada komunikasi dengan pengurus panti. Klaim yang dikatakan AWK ini imbuhnya, bukan hanya sekali ini saja dilontarkan. “Demikian keberatan saya agar masyarakat lebih paham. Begitulah sosok senator kita yang sering memanfaatkan kesempatan untuk mengambil popularitas di masyarakat dan masyarakat harus terbuka,” pesan ahli toksikologi forensik yang pernah menjadi saksi ahli sidang kasus Jessica “Kopi Sianida” Kumala Wongso di PN Jakarta ini.

Makna bahasa itu diakuinya memang dapat dibagi dua, tertulis dan tersirat. Yang tertulis menurutnya memang dibuat seperti itu sehingga multitafsir. “Yang tersirat kan orang bisa menerjemahkan sendiri kan kenten (begitu), dari gambar, dari apa yang tersirat. Di situ tyang keberatan. Mending lu nyiapin gua duit, lu kerjasama gua ga masalah. Lu ngga ada apa-apa tiba-tiba lu dateng, lu foto. Lho enak banget lu. Begitu bahasa tyang,” tuturnya sembari sedikit meniru logat Betawi.

Atas keberatan yang ia sampaikan di media sosial kepada pihak AWK, menyebabkan akun ig Prof Gelgel diblokir. Tak hanya itu beberapa saat kemudian caption di ig Arya Wedakarna pun diedit ulang narasinya yang diduga dilakukan oleh adminnya. Hingga saking kesalnya akan masalah ini ia mengutip sebuah kalimat perumpamaan dalam pepatah tetua Bali. “Bahwa komplin saya, ig saya kemudian diblok. Jadi masyarakat harus tahu. Sebenarnya sosok yang menjadi panutan itu seharusnya tidak seperti itu. Yang seharusnya mengayomi dan membela masyarakat bukan seperti itu ‘nyongkokin tain kebo’ (mengklaim keberhasilan orang lain). Itu bukan panutan orang Bali,” tandas profesor yang tergabung dalam Kelompok Ahli Pembangunan Bali ini.

Ketika ditanya apakah ada permintaan maaf dari pihak AWK, ia menyatakan tidak ada. Demikian pula saat disinggung soal akan mengajukan somasi, ia enggan melakukannya tapi ia siap untuk berdebat berdua dengan AWK guna mempertahankan pendapatnya. “Saya siap debat terbuka dengan AWK untuk masalah ini,” pungkas Prof Gelgel enteng.

Untuk mengklarifikasi dan memintai tanggapan atas keberatan Prof Gelgel tersebut agar cover both side (berimbang) redaksi kemudian menghubungi sebanyak tiga kali nomor telepon genggam (hp) Arya Wedakarna namun tidak diangkat.

Caption ig@aryawedakarna yang kemudian telah diralat (tangkapan layar).

Selanjutnya redaksi menghubungi salah seorang staf protokol anggota DPD RI Dapil Bali yang memperoleh suara tertinggi mencapai 742.781 suara pada Pileg tahun 2019 itu. “Izin pak, tyang dengan protokol beliau, mangkin tyang sedang off niki (ini) karena hari Minggu. Ten (tidak) bertugas. Kenten (begitu) nggih (ya). Mangkin (sekarang) tyang ring (di) kampung tyang ring Bangli,” kata staf AWK bernama Purnama.

Saat ditanya kapan Senator Arya Wedakarna bisa memberikan pernyataan dan tanggapan atas keberatan Prof Gelgel tersebut, ia mengatakan akan segera mengkordinasikannya. “Kalau kenten (demikian) mungkin benjang (besok) nggih tyang coba agendakan. Karena benjang kebetulan beliau masih ring Gianyar kayaknya mangkin nika (begitu). Beliau menerima rapat full di Tampaksiring. Coba mangkin tyang kontak sareng (dengan) beliau nggih,” janji Purnama. (BBN/001/db)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button