Friday, 22-10-2021
Nasional

Politisi Golkar Azis Syamsuddin Terseret Dugaan Suap DAK Lampung Tengah

Jakarta (BBN INDONESIA) – Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Golkar Azis Syamsuddin, makin santer terseret kasus hukum setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) itu tak hanya terkait kasus suap melibatkan mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

Sejumlah sumber di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan bahwa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap Dana Alokasi Khusus (DAK) di Lampung Tengah, Lampung.

Sedangkan KPK saat ini belum dapat menginformasikan secara menyeluruh konstruksi perkara dan siapa saja pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Di sisi lain Ketua KPK Firli Bahuri memastikan akan segera memanggil Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin terkait dengan penyidikan kasus dugaan suap dalam penanganan perkara korupsi oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. “Tentu penyidik menyampaikan panggilan karena kepentingan penyidikan sehingga terangnya suatu perkara,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/9/21) berharap Azis memenuhi panggilan penyidik sebagai wujud perhormatan atas tegak dan tertibnya hukum dan keadilan.

Soal harta kekayaan, Azis tercatat memiliki Rp100.321069.365. Data tersebut tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada akhir 2020 lalu.

Dalam situs resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Azis yang dilaporkan 22 April 2021/periodik 2020 mencapai Rp100.321.069.365. Adapun rinciannya yaitu, Rp89 miliar berupa harta kekayaan tanah dan bangunan yang berada di Jakarta dan Bandar Lampung. Kemudian koleksi mobil dan kendaraan bermotor sebesar Rp3 miliar

Di luar itu Azis juga memiliki harta kekayaan bergerak sebesar Rp274 juta dan dan tabungan sejumlah Rp7 miliar. Nilai kekayaan Azis saat ini diketahui mengalami peningkatan disbanding data LHKPN 2014 senilai Rp59,4 miliar. (BBN/012)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button