Hukum

Polisi sebut pembuhuhan Asun di Roban Singkawang dipicu urusan pribadi

Pontianak (BBN INDONESIA) – Kasat Reskrim Polres Singkawang AKP Tri Prasetiyo mengungkapkan, berdasarkan hasil penyidikan kejadian penganiayaan berat yang menyebabkan hilangnya nyawa korban bernama Chin Bun Sen alias Asun, di Jalan KS Tubun Gang Harmonis, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Kalimantan Barat, Selasa (14/4), dipicu masalah pribadi.

“Sebelum kejadian, korban bernama Chin Bun Sen sempat datang ke rumah pelaku melalui pintu belakang sambil marah-marah dan membawa sebatang pipa besi bulat, dan langsung memukul pelaku yang mengenai dada atas sebelah kanan pelaku. Kemudian pelaku mengambil senapan angin dan menembakkan ke arah korban, sehingga mengenai dada korban,” kata Tri, di Singkawang, Kamis.

Selanjutnya, pelaku memukul korban dengan menggunakan popor senapan angin ke bagian kepala korban, lalu korban berlari keluar melalui pintu belakang rumah korban dan terjatuh di depan pintu dapur rumah pelaku.

Kemudian, korban ditolong oleh warga sekitar dan dilarikan ke Rumah Sakit Santo Vincentius Singkawang, namun korban meninggal dunia.

“Atas kejadian tersebut, keluarga korban melaporkan ke Mapolres Singkawang untuk penyidikan lebih lanjut,” katanya pula.

Dugaan sementara, katanya, korban tewas usai mengalami luka yang diduga akibat peluru senapan angin dan luka memar di bagian kepala.

Atas perbuatannya, pelaku akan dikenakan pasal berlapis, yaitu dengan Pasal 354 ayat 1 dan 2 KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang dan dilapis dengan Pasal 338 tentang pembunuhan dan diancam dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara pelaku KBF mengatakan, perkelahian itu dipicu dari pemberian kue dari orang tuanya kepada anak korban sekitar dua bulan yang lalu. “Mungkin korban tidak terima dan marah-marah dengan istrinya,” katanya lagi.

Entah mengapa, setiap ketemu KB, korban suka membuang air ludah. “Lalu saya tanya, mengapa kamu suka buang air ludah setiap ketemu saya. Lalu korban menjawab memang aku ada masalah sama kamu,” ujarnya.

Kemudian, korban pulang dan langsung mengambil sebilah parang. Tapi sempat dicegah oleh istrinya. Tak sampai di situ, ternyata korban mengambil besi dan mendatangi rumah KBF sambil teriak-teriak.

“Pas saya buka pintu, korban langsung memukul saya pakai besi. Saya lari mau keluar, tapi pintunya terkunci. Saya lihat ada senapan angin yang sedang tergantung. Lalu saya ambil dan saya pompa dua kali,” katanya lagi.

Terhadap senapan itu, rencananya akan ditembakkan KBF ke atas, tetapi papan lantai yang diinjak KBF patah, sehingga senapan tersebut secara tidak sengaja tertembak ke dada korban sebelah kiri. “Kejadian itu di dalam rumah saya,” katanya pula.


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close