Hukum

Polda Riau sita 50 ton kayu tanpa dokumen di Kepulauan Meranti

 Pekanbaru (BBN INDONESIA) – Direktorat Polisi Perairan Kepolisian Daerah Riau menyita sekitar 50 ton kayu tanpa dokumen resmi di perairan Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Kepala Subdit Gakkum Polair Polda Riau AKBP Wawan Setiawan dalam keterangan tertulisnya diterima BBN INDONESIA di Pekanbaru, Sabtu, mengatakan 50 ton kayu hutan yang telah diolah menjadi balok dan papan itu disita dari dua pelaku.

“Kayu itu telah diikat dan dibentuk menjadi rakit kemudian ditarik oleh pelaku menggunakan kapal,” katanya.

Ia menjelaskan dua pelaku yang ditangkap berinisial MJ (29) selaku nakhoda kapal dan S (17) anak buah kapal.

Pengungkapan itu, kata Wawan, dilakukan di Perairan Pulau Dedap, perbatasan Kabupaten Kepulauan Meranti dan Bengkalis pada Jumat (17/4) malam. Kedua wilayah itu berada di pesisir Selat Malaka.

Menurut dia, pengungkapan itu berawal dari laporan akan adanya pengiriman kayu dalam jumlah besar dari Meranti. Polisi kemudian bergerak dari Pelabuhan Polairud Tanjung Buton sekitar pukul 22.00 WIB untuk melakukan penyelidikan.

Setelah satu jam melakukan pengintaian dengan cara mematikan mesin kapal cepat yang ditumpangi polisi, akhirnya berhasil mengidentifikasi kapal pompong yang dimaksud. Tanpa membuang waktu, speed boat polisi langsung melakukan pengejaran dan penangkapan.

Benar saja, saat didekati kapal pompong tanpa nama itu menarik sedikitnya 96 rakit kayu dengan total barang bukti 50 ton kayu hutan. Polisi juga tak menemukan dokumen resmi kayu yang dimaksud sehingga langsung dilakukan penangkapan.

“Informasi yang diperoleh kayu itu berasal dari Pulau Padang dan akan dibawa ke Pulau Bengkalis,” ujarnya.

Hingga kini polisi masih mendalami pengungkapan itu, termasuk mengejar cukong atau pemodal besar pelaku pembalakan liar kayu-kayu hutan itu.


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close