Finansial

Pengamat nilai target penerimaan perpajakan 2021 masih masuk akal

Jakarta (BBN INDONESIA) – Pengamat perpajakan dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menilai target penerimaan perpajakan dalam RAPBN 2021 sebesar Rp1.481,9 triliun, naik 5,5 persen dibandingkan tahun ini Rp1.404,5 triliun, masih masuk akal untuk dicapai oleh pemerintah.

“Saya kira kenaikan tersebut masih masuk akal ya. Mengapa? Kita forward looking. Tahun 2021 ekonomi kita sudah tumbuh kembali. Kita akan masuk masa recovery,” ujar Fajry saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Fajry menuturkan, tahun ini perekonomian domestik mengalami tahun yang buruk. Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 akan terkontraksi, meski tahun depan diprediksi tumbuh 6 persen.

“Jadi dari alaminya (dikaitkan dengan kondisi makroekonomi), target ini masih masuk akal. Apalagi ditambah dengan extra effort dari Direktorat Jenderal Pajak berupa reformasi administrasi,” kata Fajry.

Selain itu, lanjut Fajry, arahan Presiden Joko Widodo juga dinilai sudah tepat terkait kebijakan fiskal 2021 yang diarahkan untuk menjaga pemulihan ekonomi dan reformasi perpajakan.

“Kita berharap, bagaimana implementasinya nanti juga selaras dengan apa yang dikemukakan oleh Presiden kita,” ujarnya.

Hanya saja untuk kebijakan perpajakan, menurut Fajry, untuk cukai perlu perhatian khusus. Bagusnya penerimaan cukai pada 2020, bukan karena produksinya meningkat, namun penundaan pembayaran tahun lalu.

“Ini perlu concern, apalagi nilainya juga lumayan besar. Untuk tarif cukai tahun depan, setidaknya pemerintah dapat moderat,” kata Fajry.

Pada tahun depan, pemerintah menargetkan penerimaan negara dari cukai mencapai Rp178,5 triliun, naik dibandingkan tahun ini Rp172,2 triliun. Fajry menilai target tersebut masih realistis.

“Masih masuk akal sepertinya, kita lihat PMK-nya nanti. Kalau tarifnya ditentukan terlalu tinggi, sulit tercapai target tersebut. Terbukti, ketika status quo di tahun 2019, penerimaan cukai malah naik,” ujar Fajry.


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close