Friday, 26-11-2021
Bali

Pekerja Migran Berkeliaran Saat Disidak Desa Adat, Alasan Tak Disediakan Makanan

Petugas gabungan nampak melaksanakan sidak ke hotel-hotel yang ditempati pekerja migran Indonesia Sabtu (18/4) (ist)

Kuta (BBN INDONESIA) – Beberapa warga Kuta mulai resah dengan penempatan Pekerja Migran Indonesia dari luar negeri yang sebagian besar pekerjan kapal pesiar asal luar Badung di sejumlah hotel di Kuta. Warga melihat kencenderungan mereka tidak melaksanakan Protokol Kesehatan selama 3 hari isolasi.

Menurut sebuah sumber yang tak mau disebutkan namanya kepada wartawan, saat Jro Bendesa Adat dan Camat Kuta datang ke hotel tempat pekerja migran asal Tabanan dikarantina mereka loncat pagar.
“Mungkin karena mengetahui akan disidak. Jadi artinya meraka bebas berada diluar, tanpa pengawasan. Warga juga melihat merek jalan-jalan di seputaran hotel, karena informasinya mereka tidak disediakan makanan,” tutur sumber itu lagi.

Kondisi ini jelas beda dengan rumah singgah Badung, yang dijaga ketat oleh Sat Pol PP  serta petugas medis, serta semua kebutuhannya ditanggung. “Di daerah mereka juga kan ada hotel, mengapa meski di Badung. Ini tentu sangat merugikan daerah kami,” tegasnya. Selain Tabanan, Kabupaten Bangli dan Karangasem menempatkan pekerja migrannya di Kuta, termasuk TKI luar Bali yang transit.

Melihat mulai munculnya resistensi masyarakat, sejumlah tokoh masyarakat Kuta, Sabtu (18/4), mendatangi hotel-hotel yang dijadikan tempat karantina PMI luar Badung. Tak kurang dari Bendesa Adat Kuta, sejumlah prajuru dan Camat Kuta bertemu dengan manajemen dan petugas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten yang menempatkan pekerja migrannya di hotel-hotel seputaran Kuta.

“Sebenarnya ini berpijak dari keresahaan masyarakat. Karena warga menyaksikan kurangnya pengawasan dan pelaksanaan protokol kesehatan kepada para PMI,” ungkap Camat Kuta Nyoman Rudiarta yang dikonfirmasi via telpon oleh Warta Bali.

Menurut laporan, warga kerap melihat para PMI ini bebas berkeliaran dilingkungan hotel, tentu hal ini akan sangat meresahkan masyarakat. Lokasi hotel tempat isolasi, juga sangat berdekatan dengan dengan hotel-hotel lainnya. Ini juga menurut Camat asal Sempidi ini, dipersoalkan oleh warga.

Hal lain dalam pertemuan tadi terungkap, sebelum dilakukan penempatan PMI di Kuta tidak dilakukan sosialisasi, termasuk dengan pihak Desa Adat. Pihak Desa Adat Kuta akhirnya memberikan toleransi kepada Kabupaten luar Badung selama 2 hari, untuk segera mencari tempat karantina lainnya. (bbn/wartabali/lit/)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button