Monday, 27-09-2021
Bali

Pejuang Konten Lokal Bali di Lembaga Penyiaran Tak Lolos Seleksi KPID

Denpasar (BBN INDONESIA) – Keprihatinan mendalam datang dari beberapa musisi dan penyanyi Bali karena tersisihnya salah seorang tokoh yang selama ini dianggap cukup konsisten memperjuangkan konten lokal Bali. Sosok ini kerap mempertahankan musik dan lagu Bali diberikan ruang untuk ditayangkan dalam dunia penyiaran baik radio maupun televisi.

Kini ia dinyatakan tidak lolos fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) sebagai anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali periode 2021 – 2024 mendatang.

Komisioner KPID IGN Murthana dalam acara sidak studio stasiun radio

Ia adalah I Gusti Ngurah Murthana, yang akrab disapa Rahman. Kiprahnya, secara publik selama ini terhadap kalangan seniman musik Bali, termasuk insan seni budaya Bali lainnya patutlah diapresiasi positif. Rahman saat ini masih menjabat sebagai Ketua Pramusti (Persatuan Artis, Musisi, Pencipta Lagu dan Insan Seni) Bali.

Kenapa? Sebab berkat kerja cerdasnya termasuk cukup sukses menguatkan daya saing musik dan lagu Bali khususnya, juga lagu anak anak sebagai konten lokal Bali dalam dunia penyiaran baik radio maupun televisi. Seperti diketahui bahwa program siaran pada lembaga penyiaran radio biasanya didominasi oleh siaran musik dengan berbagai genre untuk menarik minat para pendengarnya.

Musisi Bali, I Komang Arjawa mengatakan secara publik di kalangan seniman musik Bali khususnya, dan insan seni budaya Bali lainnya, Rahman, yang juga dikenal sebagai pengamat musik Bali ini secara konsisten telah berupaya maksimal menguatkan siaran lokal Bali khususnya musik dan lagu Bali serta lagu anak-anak dalam siaran radio dan televisi.

Bahkan, Komang Arjawa mantan Ketua Pramusti Bali yang mewadahi musisi, pencipta lagu, artis dan insan seni ini merasa khawatir jika nantinya tidak ada yang mengawal lagu Bali pada siaran-siaran radio akan bisa tersisih atau kalah saing dengan konten musik populer Indonesia maupun musik manca negara.
“Sayang sekali, sosok (Rahman,-red) yang telah memperjuangkan aspirasi musik Bali dan menguasai dunia musik Bali tidak nampak di dalam pengurusan KPID Bali yang baru,” sesalnya.

Komang Arjawa (tengah) bersama Rahman dan artis Pramusti Bali dalam sebuah acara sebelum pandemi

Komang Arjawa merasa terkejut setelah membaca berita tentang hasil Fit and Proper Test beberapa hari lalu. “Sangat diperlukan sosok yang memang mumpuni dalam bidang seni, bergelut dan menguasai eksistensi nilai seni budaya Bali itu sendiri,” pungkasnya

Namun demikian, Komang Arjawa berharap akan muncul sosok seperti Rahman dalam kepengurusan KPID Bali ke depannya, sehingga seniman musik Bali dan insan seni Bali lainnya tetap mendapatkan peran dan perhatian tersendiri dalam dunia penyiaran baik radio maupun televisi di Bali.

IGN Murthana saat shooting ILM KPID terkait migrasi TV Digital

Penyanyi Bali, Gede Bagus mengatakan menyayangkan sekali jika sebuah Komisi penting seperti KPID Bali akan diisi oleh “titipan” dari pihak yang berkepentingan, tapi mudah-mudahan tidak seperti itu.
“Saya selaku masyarakat yang kebetulan juga sebagai pelaku Kreatif Industri Penyiaran akan selalu memantau kinerja KPID Bali yang baru ini,” akunya.

Komentar dan harapan publik juga datang dari artis dan penggemar lagu Bali lainnya dalam rangkuman kata mereka berikut ini, yakni:
“Tetap semangat jik, terimakasih jik, sudah mengawal kesenian Bali, khususnya lagu Bali, dulu di radio bisa kita hitung, semenjak ajik di KPID Bali, lagu Bali di 42 stasiun radio selalu mengudara, semoga ke depannya lagu Bali bisa mengudara 100 persen di radio di Bali” (Godel Bali EO Artis Bali).

Bersama Ny. Putri Koster dan artis-artis Bali dalam pentas seni sebelum pandemi

“Suksma jik, tetap semangat di era hingar bingar musik Bali, sekarang ini perlu sosok dan tokoh seperti ajik” (Maliasa Bayu Nirwana)

“Mohon ditambahkan jam siaran atau jam tayang Baik di radio dan televisi .dan menyiapkan slot alokasi waktu untuk lagu lagu penyanyi pop Bali anak anak” (Eka Mahardika Putra).

Sedangkan, Rahman dengan kerendahan hati minta maaf kepada para seniman musik Bali dan insan seni budaya Bali lainnya, sebab tak bisa melanjutkan kiprahnya dalam menguatkan daya saing konten lokal dalam dunia penyiaran baik radio maupun televisi melalui lembaga publik, KPID Bali.
“Sedih terasa, perjuangan saya untuk mengawal konten lokal harus terhenti, karena “yang di atas” sudah tidak menghendakinya,” ujarnya sembari tetap bersyukur dan berharap agar ke depan musik dan lagu Bali tetap mendominasi siaran radio dan televisi.

I Gusti Ngurah Murthana (kanan) saat bersama rekan Komisioner KPID Bali

Begitu pula, hendaknya acara untuk anak anak selalu mendapat porsi dan acara terkait adat dan budaya Bali bisa semakin meningkat. Sedangkan, televisi nasional berjaringan secara berangsur-angsur dapat menambah prosentase siaran lokalnya.

Sebagai Ketua Pramusti Bali, Rahman sangat berharap upaya perjuangan mengawal penempatan siaran lokal Bali harus tetap sebagai prioritas utama dalam menguatkan kinerja KPID Bali untuk memenuhi kepentingan publik, terutama bagi kalangan seniman musik Bali dan insan seni budaya lainnya.

Lebih lanjut, Rahman, menegaskan bahwa sudah seharusnya siaran lokal pada jam “hantu” nantinya tidak akan ada lagi, karena akan diterbitkannya P3SPS (Pedoman Prilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran) yang baru.
“Saya titip semua harapan itu kepada anggota komisioner KPID Bali periode 2021 – 2024 mendatang, dan selamat bekerja,” katanya.

Rahman dalam sebuah acara bersama Lolot dkk (foto sebelum pandemi)

Diketahui, anggota komisioner KPID Bali periode 2021 – 2024 yang telah disepakati secara musyawarah mufakat oleh Komisi I DPRD Bali, diantaranya Ni Wayan Yudiartini, Ida Bagus Agung Ketut Ludra dan Ida Bagus Gede Yogi Jenana Putra, I Gede Agus Astapa, I Wayan Suyadnya, I Nyoman Adi Sukerno, I Gusti Agung Gede Agung Widiana Kepakisan. (BBN/012)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button