Bali

Panji-Budi: Kota Tabanan Kita Buat Instagramable

Calon Bupati Tabanan no. urut 2, AA Ngurah Panji Astika mendengar aspirasi pedagang ‘Jaja Bali”  Komang Suarniati sambil menikmati 1 porsi jajan campurnya.

Tabanan (BBN INDONESIA) – Omzet pedagang di pasar tradisional disebutkan rata-rata merosot hingga 50 persen selama masa pandemi Covid-19. Hal yang sama juga dialami dan diceritakan oleh pedagang jajanan tradisional Bali, Komang Suarniati kepada Calon Bupati Tabanan yang akan bertarung dalam Pilkada 2020 tanggal 9 Desember nanti, AA Ngurah Panji Astika di halaman rumput Puri Anom Tabanan, Sabtu, (3/10/2020).

Suarniati pedagang asal Br. Grokgak Tengah, Kec. Tabanan ini sehari-harinya menjajakan beragam jenis jajanan Bali seperti laklak, lukis, pisang rai, injin dan klaudan dengan harga Rp5000 per porsi di dalam Pasar Tua Kota Tabanan.

Untuk mempersiapkan dagangannya Suarniati menuturkan jajanan tersebut mesti diolah mulai pkl. 04.30 pagi beserta membuat gula merah dan parutan kelapanya.

“Tiyang (saya, red) mulai berjualan dari jam 10 pagi sampai jam 3 sore. Kalau situasi normal bahan 2 kg jam 3 sore sudah habis. Dan dapat jualan Rp200 ribu, tapi sekarang hanya bikin 1 kg saja karena setelah jam 3 sore dagangannya masih tersisa 1/2 kilo dan belum tentu laku. Kadang hanya dapat Rp100 ribu sehari,” ujarnya lirih kepada AA Ngurah Panji Astika yang akrab disapa Turah Panji ini.

 

Dengan penghasilan yang minim itu Suarniati harus menghidupi 2 orang anak dan 2 cucunya dan tentu saja kondisi ini jika berkelanjutan sangat memberatkan. Ia pun berharap Turah Panji memprioritaskan penciptaan lapangan kerja baru jika terpilih sebagai kepala daerah di Kabupaten Tabanan. “Anak-anak tiyang sudah dirumahkan karena tempat kerjanya sudah ditutup akibat Covid-19. Tiyang berharap Turah Panji kalau nanti menang dan menjadi Bupati Tabanan supaya membuka lapangan kerja biar anak tiyang punya pekerjaan kembali,” harapnya kepada Ngurah Panji Calon Bupati Tabanan nomor urut 2 yang berpasangan dengan Dewa Nyoman Budiasa (Panji-Budi).

Mendengar keluh-kesah pedagang kecil ini Turah Panji menyatakan ke depan ia telah memiliki perencanan dan program pengembangan wisata kuliner dan wisata budaya yang akan berpengaruh pada berkembangnya perekonomian dan pembukaan lapangan kerja baru.
“Kita akan bangun tempat yang representatif dan nyaman bagi pengunjung. Dengan tata kota baru, obyek pariwisata budaya akan kita bangun di tengah Kota Tabanan sekaligus sebagai titik ekonomi baru. Potensi letak geografis Kota Tabanan sangat strategis. Wisatawan usai pagi harinya menikmati persawahan terasering Jatiluwih sebelum menuju Tanah Lot sebagai ikon pariwisata internasional untuk menikmati keindahan pura di tengah laut dan sunset, kita siapkan wisata kuliner, atraksi budaya dan wisata historis di tengah kota. Karena di sini terdapat situs-situs lengkap mulai dari pura, puri, pohon beringin yang berusia ratusan tahun dan bekas pasar tradisional,” beber Turah Panji yang juga Ketua Umum Forum Pelestari Budaya Tabanan ini.

Ditambah pula menurut Ngurah Panji, ada ikon bangunan bekas Kerajaan Singgasana Tabanan yang kita menjadi Gedung Ketut Maria yang merupakan pencipta Tari Oleg Tamulilingan yang legendaris itu. “Gedung Maria akan kita pergunakan sebagai tempat khusus pementasan kesenian tradisional atau balih-balihan setiap harinya. Untuk konser musik dan kesenian kontemporer atau modern lainnya kita akan bangun Youth Space atau Youth Centre,” ujar Turah Panji yang berlatarbelakang pengusaha ini.

Guna memperindah arsitektur dan disain tata Kota Tabanan, Ngurah Panji juga akan membangun taman kota baru dengan disain yang apik dan indah dipandang mata. “Untuk mewujudkan taman kota yang cantik, Bank BPD akan kita tata ulang, Pura Puser Tasik jadi ikon di dalamnya. Jl. Gajah Mada akan menjadi toko souvenir atau cendera mata dan café-café tempat nongkrong anak muda yang kreatif. Taman Kota Tabanan ini tentu akan nampak begitu indah untuk berswafoto dan instagramable. Satu lagi, Catus Pata Agung Kediri kita tata agar sesuai dengan fungsi dan peruntukannya secara sekala dan niskala. Patung Sagung Wah dan Bung Karno kita letakkan di taman kota agar masyarakat bisa lebih menghormati beliau sebagai pahlawan nasional,” pungkasnya sembari menikmati jajanan Bali bersama Relawan Panji-Budi Tabanan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close