Monday, 27-09-2021
Bali

Miliki Potensi Wisata, Warga Desa Negari Berinisiatif Bentuk Pokdarwis

Ket. foto: Ketua Komunitas Peduli Wisata Desa Negari (PWDN) I Gusti Ngurah Murthana, S.T., (tengah) Wakil Ketua I Wayan Karma (kiri), Wakil Bendahara I Gusti Ayu Mayasari (dua dari kanan) dan Sekretaris I Wayan Sudiana (kanan) menyajikan hasil identifikasi potensi wisata Desa Negari, di Sekretariat KPWDN Jl. Durian 1, Dusun Sarimertha, Minggu (20/06/2021).

Klungkung (BBN INDONESIA) – Warga Desa Negari tergabung dalam Komunitas Peduli Wisata Desa Negari (KPWDN) terbentuk di Bougen Villa, Pantai Tegal Besar, pada Rabu (26/05/2021) lalu kembali menggelar pertemuan ke-4 membahas beberapa agenda penting antara lain evaluasi identifikasi potensi wisata desa dan rencana pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bertempat di Dusun Sarimertha, Desa Negari, Kec. Banjarangkan, Klungkung, Minggu (20/06/2021).

Pengurus terpilih saat pembentukan Komunitas Peduli Desa Wisata Negari di Bougen Villa, Pantai Tegal Besar, Desa Negari, Rabu (26/05/2021)

Dalam kesempatan tersebut Ketua Komunitas Peduli Wisata Desa Negari (KPWDN) I Gusti Ngurah Murthana, S.T., menyebutkan ada 4 (empat) agenda yang dibahas. Pertama memaparkan hasil studi banding ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) Semara Ratih Br. Delod Sema, Taro Kelod, Fire Flies (Taman Kunang Kunang), Hutan Jaka (Aren) Camping Ground Tegal Dukuh di Dusun Taro Kaja, Desa Taro, Kec. Tegallalang, Gianyar.
“Yang kedua, hasil survei potensi wisata desa di jalur Tukad (sungai, red) Bubuh, Banjarangkan. Yang ketiga penyusunan Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta penyusunan visi dan misi. Yang terakhir meminta masukan dan sumbang saran,” terang Ngurah Murthana yang akrab disapa Ajik Rahman ini.

Ketua Komunitas Peduli Wisata Desa Negari I Gusti Ngurah Murthana, S.T. (Foto: BBN)

Lebih lanjut ia menyatakan model wisata yang akan dikembangkan adalah wisata pedesaan yang sesuai dengan potensi yang ada. Desa Negari terdiri dari 2 desa adat yakni Desa Adat Sarimertha dan Desa Adat Negari yang di dalamnya terdapat 3 banjar adat yaitu Banjar Tegal Besar, Banjar Negari serta Br. Sarimertha. Salah satunya adalah wisata tubing. Tubing atau river tubing adalah kegiatan meluncur bebas di atas permukaan sungai yang berarus ringan dengan menggunakan ban dalam mobil.

Foto bersama Komunitas Peduli Wisata Desa Negari usai pertemuan

“Potensi yang cocok menurut kita adalah memanfaatkan wisata air yaitu tubing yang bermuara di Pantai Tegal Besar. Jika tubing di sungai yang satu-satunya endingnya di pantai. Kita bisa kembangkan wisata kuliner di sana saat wisatawan tiba di lokasi finish sambil menikmati suasana pantai indah berpasir hitam dengan fasilitas pariwisata berula hotel dan vila. Wisata permainan air dan mancing juga bagus di lokasi itu,” ungkap Ajik Rahman yang juga Ketua Persatuan Artis, Musisi, Pencipta Lagu dan Insan Seni (Pramusti) Bali ini.

Bebatuan besar yang eksotik di sepanjang alur Sungai Tukad Bubuh

Pihaknya bersama tim identifikasi potensi yang digawangi praktisi pariwisata Gubag sudah turun menyusuri alur Tukad Bubuh dari Goa Jepang memasuki wilayah Br. Sarimertha – Br. Negari dan Br. Tegal Besar yang indah namun dalam penelusuran menemukan permasalahan lingkungan. Untuk mewujudkan desa wisata unsur kebersihan sebagai salah satu syarat dan pedoman Sapta Pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, kenangan) perlu diperhatikan dan ditangani lebih optimal agar sampah yang bertebaran di pinggir sungai dapat terkelola dengan baik. “Kita ke depannya berencana menangani sampah melalui program inovasi Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS ) yang bersinergi dengan program “Gema Santi” Bupati Klungkung Nyoman Suwirta.

Pesona riak gelombang senja hari di Pantai Tegal Besar, Desa Negari (Foto: BBN)

“Minggu depan sahabat saya pemilik usaha rafting I Made Sudariana sering dipanggil Gubag nanti menggandeng 1 tim yang terdiri dari 5 instruktur rafting dan tubing akan turun membawa 5 ban untuk uji coba menjelajahi jalur tubing di Tukad Bubuh,” ujar Owner Jayagiri Production yang bergerak di bidang event organizer ini.

Palukatan Tirta Sangku di sebelah barat Palukatan Salikertha di perbatasan Dusun Sarimertha dan Dusun Negari (Foto: BBN)

Berdasarkan hasil identifikasi dan pendataan potensi, nuansa dan kontur alam di wilayah Desa Negari lebih cocok juga jika dibuat seperti konsep obyek wisata Green Kubu di Ubud, Gianyar yang berorientasi wisatawan lokal dan wisata spiritual dengan adanya yeh kelebutan (mata air suci) Batu Tumpeng di pinggir Tukad Bubuh, Sarimertha dan mata air suci di Salikertha, Negari terkait ritual palukatan (pembersihan diri sekala-niskala, red) yang berpotensi ekonomi juga untuk usaha air mineral. Sebagian lagi di beberapa zona ntuk dibangun kedai atau rumah makan sebagai penunjang dengan konsep menyatu dengan alam. Home stay yang memanfaatkan rumah penduduk dengan segala aktivitas keseharian di desa akan menjadi daya pikatnya. Selain itu display produk UMKM dan kerajinan lokal juga akan menarik bagi wisatawan untuk belanja.

Kawasan “jajar tiga” Sarimertha – Negari – Tegal Besar selain terhampar areal persawahan luas dan menghijau telah terbangun jalan usaha tani walaupun baru sepanjang 200 meter. “Areal persawahan ini sangat prospektif untuk jogging track, biking track atau spot foto selfie (swafoto, red),” ulasnya.

Rapat inisiatif pembentukan Pokdarwis Desa Negari dihadiri para tokoh masyarakat adat dan dinas serta praktisi pariwisata (Kolase Foto: BBN)

Di akhir pertemuan, disepakati secara demokratis untuk membentuk Pokdarwis yang melibatkan berbagai tokoh masyarakat baik adat maupun dinas serta pelaku pariwisata.

Bandesa Desa Adat Negari Jero Wayan Narka mendukung dengan tulus pembentukan Pokdarwis Desa Negari (Foto: BBN)

Terkait hasil pertemuan dan rapat kali ini telah berhasil memutuskan nama Pokdarwis Desa Negari yakni Tegal Sari Negari. Tiga kata tersebut merupakan rangkaian gabungan dari nama Dusun Tegal Besar, Dusun Sarimertha dan Dusun Negari. (BBN/001)

 

 

Related Articles

2 Comments

  1. Sudah saatnya Desa Negari bangkit bersama generasi muda pembaharu.
    ๐Ÿ™๐Ÿ’ช๐Ÿ‘

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button