Asean

Masker, sabun pencuci tangan dibagikan kepada WNI di Brunei Darussalam

Jakarta (BBN INDONESIA) – Sejumlah perwakilan komunitas masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam menerima masker dan hand sanitizer (cairan pencuci tangan) yang diberikan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bandar Seri Begawan, Minggu (29/3).

Penerima adalah WNI yang tinggal di wilayah Distrik Brunei-Muara, Tutong, Belait, dan Temburong.

“Semoga pembagian masker saat ini belum terlambat untuk melindungi para WNI di Brunei dari virus corona,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Brunei Darussalam Sujatmiko dalam pernyataan yang dimuat di situs resmi Kementerian Luar Negeri RI, Rabu.

Menurut Sujatmiko, pihaknya sudah bermaksud membagikan dua perlengkapan kesehatan yang sangat diperlukan di tengah pandemi COVID-19 tersebut sejak muncul kasus pertama infeksi virus corona di Brunei pada 8 Maret.

“Namun, tidak mudah mendapatkan masker dalam jumlah banyak. KBRI telah mencicil pembelian masker dan baru terkumpul beberapa hari ini, itupun dengan jumlah yang terbatas,” ungkap dia.

Sujatmiko menambahkan, “Itulah sebabnya kali ini hanya dibagikan kepada kelompok prioritas.”

Mereka yang disebut sebagai prioritas adalah yang berusia di atas 50 tahun, memiliki penyakit bawaan seperti diabetes atau darah tinggi, ibu hamil, juga anak-anak hingga usia 12 tahun.

Komunitas WNI lainnya dapat terlebih dahulu mengajukan permintaan melalui surat elektronik dengan alamat protokolkonsuler@gmail.com disertai lampiran tanda bukti yang berkaitan dengan adanya kelompok rentan yang membutuhkan.

Di luar penerima masker dan cairan pencuci tangan ini, KBRI Bandar Seri Begawan masih terus mengupayakan tambahan kedua produk tersebut, mengingat langkah pencegahan COVID-19 paling mudah yang dapat dilakukan adalah mencuci tangan secara berkala dan mengenakan masker jika memiliki gejala sakit.

Per 1 April, Brunei Darussalam telah melaporkan sejumlah 131 kasus positif COVID-19 dengan satu kasus pasien meninggal dunia akibat penyakit itu.

Dari jumlah tersebut, hingga 29 Maret lalu ada empat WNI yang menjadi pasien dan dirawat di Pusat Pengasingan Kebangsaan di Tutong, menurut KBRI Bandar Seri Begawan yang mendapat konfirmasi dari Kementerian Kesehatan Brunei Darussalam.

 


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close