Monday, 27-09-2021
Hukum

Mantan Mensos Juliari Batubara Divonis 12 Tahun Penjara

Jakarta (BBN INDONESIA) – Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara divonis 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan ditambah dengan uang pengganti sekitar Rp 14,59 miliar yang apabila tidak diganti maka diganti pidana 2 tahun penjara. Vonis majelis hakim kepada kader PDI Perjuangan itu di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Senin (23/8/2021).

Majelis hakim menilai Juliari terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2001.

Vonis hakim kepada Juliari Batubara ini diharapkan bisa memberikan efek jera.
“KPK berharap putusan ini memberikan efek jera sekaligus menjadi upaya asset recovery hasil tindak pidana korupsi secara optimal,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan resminya, Jakarta, Senin (23/8/2021).

Ali menambahkan, KPK akan mempelajari seluruh isi pertimbangan Majelis Hakim untuk menentukan langkah selanjutnya. “Tentu setelah menerima salinan putusan lengkapnya. KPK bertekad untuk terus bekerja keras, melaksanakan tugas-tugas pemberantasan korupsi,” ungkapnya.
Sementara itu, peneliti Indonesia Corruption Wacth (ICW) Kurnia Ramadhan, vonis dengan hukuman 12 tahun penjara adalah hal yang tidak masuk akal. “Benar-benar tidak masuk akal dan semakin melukai hati korban korupsi Bansos,” tuturnya dalam pesan singkat.

Karena, kata Kurnia, korupsi yang dilakukan Juliari memiliki dampak yang sangat dirasakan masyarakat kurang berkualitasnya bansos yang diberikan pemerintah. “Betapa tidak, melihat dampak korupsi yang dilakukan oleh Juliari, ia sangat pantas dan tepat untuk mendekam seumur hidup di dalam penjara,” tandasnya.

Sementara itu Juliari Batubara menyatakan pikir-pikir atas vonis 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Senin (23/8/2021).

Diberitakan sebelumnya, JPU KPK menuntut Juliari Peter Batubara 11 tahun penjara dalam kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19. Selain itu, Dia juga dituntut dengan pidana denda sebesar Rp500 juta subsider 2 tahun penjara.
Selain itu, Juliari juga diharuskan membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp14,5 miliar sebagai hukuman tambahan. Bahkan, jika tak bisa membayar, harta kekayaannya akan dilelang untuk membayarkan uang pengganti tersebut.

Bila hasil lelang harta kekayaannya tak mencukupi, maka dia bisa dijatuhi hukuman tambahan selama dua tahun. Berikutnya, mantan  politikus partai berlambang banteng ini juga dijatuhi hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 4 tahun setelah terdakwa selesai menjalani pidana pokok. (BBN/012)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button