Bisnis

Kue basah UMKM Yogyakarta akan masif dipasarkan di minimarket dan mall

Yogyakarta (BBN INDONESIA) – Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta melakukan kurasi terhadap produk kuliner dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk kemudian dipasarkan melalui minimarket berjejaring.

“Sebagian adalah produk kuliner dari kelompok masyarakat yang telah bergabung di program Gandeng Gendong Pemerintah Kota Yogyakarta,” kata Kepala Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Rihari Wulandari di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, produk kuliner yang akan diprioritaskan untuk dipasarkan melalui minimarket berjejaring adalah makanan basah.

Melalui kerja sama penjualan tersebut, Rihari berharap mampu membantu pelaku UMKM khususnya kuliner untuk memperluas pemasaran produk mereka.

“Dimungkinkan di seluruh jaringan minimarket di Kota Yogyakarta bisa ditemui produk kuliner UMKM dari Kota Yogyakarta. Harapannya seperti itu. Yang jelas Indomaret juga memiliki keinginan baik untuk membantu menjualkan produk UMKM, khususnya kue basah,” katanya.

Selain bekerja sama dengan minimarket, Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta juga bekerja sama dengan pusat perbelanjaan besar untuk memasarkan produk kerajinan dari pelaku UMKM.

“Salah satunya dengan Lippo Mall. Akan ada sekitar 40 hingga 45 pelaku UMKM yang akan diajak bekerja sama,” katanya.

Pelaku UMKM berasal dari forum komunikasi Home Business Camp (HBC), Karang Mitra Usaha (KaMU), dan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Yogyakarta.

Produk UMKM yang akan dipasarkan melalui mal adalah produk fesyen, kerajinan tangan, dan kuliner. “Upaya ini juga ditujukan untuk membantu pelaku UMKM agar bisa bangkit di masa pandemi seperti sekarang,” katanya.

Sebelumnya Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta juga melakukan berbagai upaya untuk membantu pelaku UMKM di masa pandemi, di antaranya pendampingan untuk melakukan inovasi dan kreasi produk, membuatkan katalog produk untuk membantu pemasaran, dan mendorong pelaku UMKM memanfaatkan pemasaran secara daring melalui marketplace.

Di Kota Yogyakarta terdapat sekitar 26.000 pelaku UMKM, namun baru ada sekitar 4.500 pelaku yang memiliki izin usaha mikro.

 


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close