Bisnis

Koridor timur Jakarta serap 62 persen lahan industri

Jakarta (BBN INDONESIA) – Perusahaan konsultan properti Knight Frank Indonesia menyatakan koridor timur wilayah Jakarta dan sekitarnya yang meliputi Bekasi hingga Karawang menyerap 62 persen lahan industri sepanjang Semester I 2020.

Perusahaan itu mencatat capaian dalam sektor properti termasuk di dalamnya kawasan industri di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang meliputi Cilegon di barat hingga Karawang di timur.

“Dari data info terkait lahan di sektor industri, Bekasi adalah salah satu site yang mempunyai dominasi tertinggi dalam menyerap lahan industri sampai sejauh ini. Koridor timur ini menyerap sekitar 62 persen dari total yang terserap,” kata Senior Advisor Research Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat dalam paparan secara daring di Jakarta, Kamis.

Serapan lahan itu terdiri dari 96 persen atau 32 hektare di Bekasi untuk industri otomotif dan FMCG, dan 4 persen atau 1,5 hektare di Karawang untuk industri pengemasan kosmetik dan perusahaan kimia berbasis makanan China.

Syarifah menuturkan berdasarkan proses yang terekam pasar, pihaknya melihat koridor timur Jakarta juga masih jadi kawasan prospektif dengan dukungan infrastruktur mumpuni. Infrastruktur yang terbangun diantaranya tol layang hingga kereta cepat, rel double track, pelabuhan dan bandara juga LRT yang akan digenjot pembangunannya.

“Ini tentu akan membuat wilayah ini punya keunggulan komparatif yang lebih tinggi dari wilayah lainnya,” katanya.

Selain keunggulan dukungan infrastruktur, posisi aglomerasi kawasan tersebut yang dipenuhi konsentrasi berbagai industri dianggap jadi nilai tambah.

“Konsentrasi indsutri pada salah satu tempat itu jadi sistem pendukung untuk berkembangnya industri lebih baik,” imbuhnya.

Syarifah menambahkan harga tanah di Jakarta dan sekitarnya sepanjang Semester I 2020 cenderung stabil meski ada potensi kenaikan sekitar 3 persen karena kelangkaan lahan industri yang tak terelakkan. Kenaikan harga dikenakan untuk perbaikan lahan atau pemeliharaan kawasan industri.

“Rata-rata harga tanah di kawasan timur Rp2,4 juta-Rp3,2 juta per meter persegi. Tapi ini berlaku untuk kebutuhan lahan industri sekitar 1-3 hektare. Potensi negosiasi terbuka untuk luasan lahan yang lebih besar lagi,” katanya.

Dilihat dari trennya, harga lahan di Jakarta dan sekitarnya masih dalam kondisi stabil sejak 2018. Meski demikian, serapan lahan di kawasan timur memang masih lebih tinggi dari serapan di koridor barat.

“Meski masing-masing tentu memiliki keunggulan masing-masing,” pungkas Syarifah.

Adapun salah satu perusahaan otomotif Jepang yaitu Hino dengan produksi truk telah mengambil slot sebesar 38 persen di koridor barat, tepatnya di Cikande, Serang.


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close