Bisnis

KKP: Ekspor perikanan justru naik di tengah wabah Corona, ini sebabnya

Jakarta (BBN INDONESIA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan ekspor perikanan pada triwulan I-2020 mengalami kenaikan di tengah wabah Virus Corona baru atau COVID-19 karena pembatasan perdagangan ke China mendorong pelaku usaha mencari pasar baru.

“Kenaikan nilai ekspor perikanan Indonesia selama periode Januari-Maret 2020 dipengaruhi oleh penutupan dan pembatasan impor ke China sejak awal tahun 2020 akibat wabah Corona,” kata Dirjen Penguatan Sumber Daya Saing KKP Nilanto Perbowo di Jakarta, Jumat.

Menurut Nilanto Perbowo, fenomena COVID-19 menyebabkan aktivitas negara eksportir seperti Indonesia juga membelokan arah ekspor ke pasar AS dan Eropa sebagai pasar terbesar untuk komoditas udang dan Tuna-Tongkol-Cakalang (TTC).

Tak hanya itu, ujar dia, kenaikan ekspor terutama untuk bahan baku olahan, pasokan retail, ikan yang siap saji dan tahan lama seperti ikan kaleng.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor hasil perikanan Indonesia pada Maret 2020 mencapai 427,71 juta dolar AS atau meningkat 6,34 persen dibanding ekspor Februari 2020. Sementara dibanding Maret 2019 meningkat 3,92 persen.

Sedangkan secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia selama Januari-Maret 2020 mencapai 1,24 miliar dolar AS atau meningkat 9,82 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.

Demikian pula volume ekspor Januari-Maret 2020 mencapai 295,13 ribu ton atau meningkat 10,96 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.

Amerika Serikat menempati urutan pertama dari lima negara tujuan utama ekspor selama Januari–Maret 2020. Nilai ekspor ke negeri Paman Sam tersebut mencapai 508,67 juta dolar AS (40,97 persen), diikuti China dengan 173,22 juta dolar AS (13,95 persen).

Dari sisi komoditas, udang mendominasi ekspor ke negara-negara tersebut dengan nilai mencapai 466,24 juta dolar (37,56 persen), disusul tuna-tongkol-cakalang dengan nilai 176,63 juta dolar AS (14,23 persen).

Kemudian cumi-sotong-gurita dengan nilai 131,94 juta dolar (10,63 persen), serta rajungan-kepiting dengan nilai 105,32 juta dolar (8,48 persen) dan rumput laut dengan nilai 53,75 juta dolar (4,33 persen).

“Selain mengalihkan ekspor dari China ke AS dan Eropa, Indonesia juga memanfaatkan dengan mengisi pangsa pasar ekspor milik China yang menurun akibat pandemi COVID-19,” ucapnya.

Sebelumnya, KKP juga menyatakan layanan sertifikasi ekspor perikanan dari beberapa negara selama periode Januari hingga Maret 2020 diketahui mengalami peningkatan di tengah merebaknya pandemi COVID-19.


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close