Friday, 26-11-2021
Bisnis

Kemenkop UKM berikan stimulus bagi UMKM dan ultra mikro

Jakarta (BBN INDONESIA) – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah memberikan sejumlah stimulus terintegrasi dengan kementerian lain untuk memitigasi dampak COVID-19 terhadap pelaku usaha, mikro, kecil dan menengah serta ultra mikro.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Riza Damanik memaparkan bahwa stimulus yang diberikan itu, mulai dari dukungan pembiayaan, seperti relaksasi kredit usaha mikro dan ultra mikro, hingga peluncuran program belanja di warung tetangga.

“Kami memberikan stimulus pinjaman baru untuk usaha mikro dan ultra mikro. Mereka yang sudah masuk atau sebelumnya sudah meminjam, perlu ada relaksasi, tapi di saat yang sama juga memulai usaha baru, perlu untuk pinjaman baru,” kata Riza dalam diskusi daring yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu.

Riza menjelaskan Kemenkop UKM juga memberikan stimulus pinjaman lunak kepada koperasi dengan anggaran Rp2 triliun melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Koperasi UMKM.

Kemudian, Pemerintah juga segera meluncurkan program belanja di warung tetangga sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat terhadap produk UMKM sekaligus mempermudah memasok kebutuhan sehari-hari masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

Program ini bekerja sama dengan Bulog dan 9 klaster pangan BUMN meliputi RNI, Berdikari, Perindo, Perinus, PT Garam, BGR, PPI, SHS, dan Pertani dalam program tersebut sebagai warehouse untuk warung UMKM atau koperasi.

“Kami sudah menguji coba, per hari ini sekitar 30 sampai 50 warung. Target kami sampai 100 warung diuji coba, baru setelah itu akan diluncurkan,” kata Riza.

Dengan menggandeng BUMN Pangan, program ini diharapkan dapat menyalurkan bahan pokok kepada masyarakat dengan harga yang stabil, sekaligus memperkuat ekonomi pelaku UMKM khususnya warung.

Untuk mendukung penguatan daya beli, Kemenkop UKM juga menggandeng SMESCO dalam memberikan stimulus diskon sehingga dapat memotivasi konsumen membeli produk-produk UMKM.

Kemudian, Kemenkop UKM turut melibatkan pelaku UMKM untuk memproduksi masker nonmedik. Kimia Farma pun ditunjuk menjadi “offtaker” terhadap masker yang diproduksi UMKM tersebut.

sejumlah stimulus ini diberikan  mengingat sektor UMKM berkontribusi pada 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, serta menyerap 97 persen tenaga kerja dalam negeri.
 


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button