Monday, 27-09-2021
Hukum

Kasus Suap Bansos Covid-19, Matheus Dituntut 8 Tahun Penjara

Jakarta (BBN INDONESIA) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan untuk terdakwa Matheus Joko Santoso dalam asus dugaan korupsi pengadaan Bansos Covid-19 wilayah Jabodetabek.

Joko merupakan anak buah mantan Menteri Sosial Juliari Batubara yang sempat menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bansos di Kementerian Sosial. Ia dianggap terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Adi Wahyono dan Juliari sebesar Rp32,48 miliar.

“Menuntut terdakwa dipidana penjara selama 8 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider 6 bulan penjara,” ujar Jaksa KPK saat membacakan nota tuntutan di  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (13/8/21).

Jaksa juga menuntut uang pengganti senilai Rp1,5 miliar kepada Joko. “Jika tidak maka harta bendanya akan disita dan dilelang. Jika harta tersebut tidak mencukupi, maka terdakwa mesti diganti dengan hukuman penjara selama 1 tahun,” jelas jaksa.

Dalam tuntutannya, jaksa mengatakan bahwa Joko terbukti melakukan tindak pidana korupsi sesuai dakwaan yaitu Pasal 12 huruf b jo Pasal 18 atau Pasal 11 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Jaksa menilai Joko juga telah melanggar Pasal 12 huruf (i) UU Tipikor jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Pada perkara ini Joko disebut jaksa, bersama dengan Adi Wahyono menjadi kepanjangan tangan Juliari untuk mengumpulkan fee Rp10.000 tiap paket bansos Covid-19 dari berbagai perusahaan penyedia.

Pengumpulan fee itu menurut jaksa untuk menunjuk perusahaan yang akan menjadi penyedia. Jaksa menuturkan, Joko dan Adi telah menerima uang Rp 1,28 miliar dari pengusaha Harry Van Sidabukke. Selain itu ia juga disebut menerima Rp1,95 miliar dari pemilik PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja. (BBN/011)

Dalam tuntutannya, jaksa juga mengatakan bahwa Joko menerima uang Rp29 miliar dari berbagai perusahaan penyedia paket bansos lainnya. (BBN/011)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button