Hukum

Kapusdokkes: Satu siswa Setukpa sempat dirawat di RS dinyatakan sembuh

Jakarta (BBN INDONESIA) – Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Pol Musyafak mengatakan bahwa satu siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan 49 Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) yang dirawat di RS karena terpapar COVID-19 akhirnya dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

“Betul, satu orang,” kata Brigjen Musyafak saat dihubungi BBN INDONESIA, di Jakarta, Kamis.

Siswa ini merupakan satu dari sembilan siswa Setukpa yang dirawat di RS Polri Said Sukanto, Jakarta dan RS Bhayangkara Brimob, Depok, Jawa Barat.

Sementara Musyafak mengatakan kondisi kesehatan delapan siswa lainnya saat ini stabil. Delapan orang tersebut masih berada di RS untuk dirawat dan diisolasi.

“Stabil, sudah membaik,” katanya.

Sembilan siswa Setukpa itu dirawat di Jakarta dan Depok karena awalnya mengeluh demam.

Di RS, sembilan siswa itu telah menjalani tes kesehatan termasuk pengambilan foto rontgen. Hasil tes kesehatan menunjukkan satu siswa dinyatakan positif demam berdarah dan perlu penanganan lebih lanjut.

Sembilan siswa tersebut termasuk ke dalam 300 siswa Setukpa yang mendapat hasil positif dalam rapid test COVID-19. Sementara sisanya yang tidak memiliki keluhan sakit, saat ini masih diisolasi selama 14 hari di Kompleks Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Jawa Barat.

Musyafak menambahkan, para siswa ini belum dapat dipastikan terinfeksi COVID-19. Namun demikian, prosedur isolasi tetap harus diberlakukan seperti layaknya yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

“Sampai saat ini (para siswa yang diisolasi di Setukpa) masih stabil, setiap hari ditangani. Di isolasi di tempat yang berjauhan atau dalam ruangan sendiri-sendiri sehingga tidak seperti proses belajar mengajar yang kumpul-kumpul,” katanya.

Setiap hari mereka berolah raga ringan dan diberikan suntikan vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh para siswa tersebut. Gizi mereka pun diperhatikan.


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close