Monday, 27-09-2021
Bali

ISI Denpasar Gelar Seminar Sandi 2021, Desainer Pembelajar dalam Era Society 5.0

Suasana Seminar Nasional Desain (Sandi) 2021 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom, Senin (15/2/2021).

Denpasar (BBN INDONESIA) – Kemajuan masyarakat digital di Indonesia salah satunya sangat tergantung pada perkembangan keilmuan Desain. Dalam perubahan kebiasaan masyarakat dan keterkaitannya dengan teknologi, keilmuan desain berperan sebagai jembatan yang mempermudah kehidupan masyarakat. Desain mampu mewujudkan ide dan konsep dari masyarakat menjadi rancangan yang mampu dipadukan dengan teknologi, menciptakan era masyarakat yang berjalan beriringan dengan teknologi, karena pentingnya peran desain tersebut dianggap perlu pula pengembangan keilmuan desain yang mengarah ke pemanfaatan teknologi berbasis masyarakat. Demikian sambutan Ketua Panitia Putu Aldi Mulyawan dalam Seminar Nasional Desain (Sandi) 2021 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom, Senin (15/2/2021).

Dijelaskan Aldi, ini merupakan seminar nasional perdana yang diselenggarakan oleh mahasiswa program studi Desain Komunikasi Visual FSRD Institut Seni Indonesia Denpasar.
“Ruang diskusi ini merupakan tempat bertukar pikiran oleh para pelaku bidang pembelajaran desain dan lingkungan yang meliputi mahasiswa, dosen, dan peneliti. Adapun tema yang diangkat pada seminar nasional ‘Sandi 2021’ adalah “Desainer Pembelajar Dalam Era Society 5.0”, ungkapnya.

Dia menegaskan mengenai sub temanya telah ditentukan antara lain inovasi desain, revitalisasi desain dan strategi desain. “Total peserta lebih dari 500 pendaftar yang telah mengisi formulir online dalam google form. Berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Terdapat 40 makalah yang telah lolos dalam proses blank review oleh para reviewer dengan menggunakan open journal system atau OJS. Saya berharap acara seminar dapat bermanfaat untuk kita semua,” papar Aldi.

Pelaksanaan Seminar Nasional tahun 2021 ini, dimulai dengan mengambil nama ‘Sandi’, karena merupakan sebuah kata yang penuh makna. Sandi mengandung arti ‘kode rahasia’ yakni memiliki makna gabungan beberapa kunci yang disatukan menjadi sebuh kode, sehingga diharapkan menjadi sebuah kesatuan yang mempu mencapai tujuan bersama.

Inisiatif pelaksanaan seminar maya di tengah pandemi ini mendapat sanjungan dan disambut positif oleh Rektor ISI Denpasar Profesor Dr. I Gede Arya Sugiartha S.S.Kar., M.Hum. “Saya sangat bangga sekali, Inisiatif ini luar biasa dan saya sambut baik. Di poster saya lihat ada beberapa perguruan tinggi ternama di Indonesia yang mengikuti seminar ini seperti ITB dan bahkan dari luar negeri seperti Georgia State University dan Universitas MARA Malaysia,” ujarnya.

Memang menurutnya di masa pandemi kita tak boleh berhenti berkiprah dan terus belajar menimba ilmu. Acara seminar ini imbuhnya adalah hasil kreatifitas mahasiswa yang harus didukung. ISI Denpasar sebagai salah satu perguruan tinggi seni di Indonesia memiliki banyak bidang bersentuhan dengan dunia komunikasi digital. “Ada televisi film, desain komunikasi visual, desain fashion dan banyak lagi yang kita miliki. Tentu ini peluang berkolaborasi, bersinergi holistik satu sama lainnya agar tidak terkotak-kotak. Dialog dari berbagai bidang keilmuan perlu ditingkatkan. Hanya dengan demikian kita bisa eksis dalam dunia yang selalu berubah,” pesan Prof Arya Sugiartha.

ISI Denpasar yang juga baru saja menyelesaikan pemilihan rektor periode 2021 2025, kita menaruh harapan besar di era baru nanti hal-hal semacam ini pasti akan ditingkatkan dengan bimbingan para dosen dan juga pimpinan yang ada di masing-masing perguruan tinggi. Ke depan kita harus mencanangkan gerakan-gerakan yang sifatnya kreatif,” pungkasnya.

Berikutnya Wakil Gubernur Bali Prof Dr. Ir. Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati M.Si dalam sambutannya menandaskan wabah Covid-19 yang melanda Bali dan dunia sangat berdampak luas kepada seluruh struktur kehidupan manusia termasuk dunia kampus pendidikan. Berbagai tantangan dan tekanan terjadi namun Covid-19 juga memberikan peluang memunculkan ide-ide baru. “Era Society 5.0 yang disebut juga Super Smart Society berfokus pada pengembangan big data menyangkut volume atau jumlah data, velocity atau bagaimana mengakses data dan variety atau jenis-jenis data yang dikumpulkan. Dan pada Era 5.0 memposisikan manusia sebagai subyek dan komponen utama dalam pembangunan. Mengutip teori marketing Philip Kotler pada Era 5.0 apa yang menjadi keinginan konsumen lebih utama dibandingkan keinginan produsen,” ulasnya yang menjadi Keynote Speaker I dengan makalah bertema Jana Kerthi dan Jagat Kerthi.


Cok Ace demikian ia akrab disapa menyebutkan Pemerintah Provinsi Bali melalui Perda No. 7 Tahun 2019 telah membuat dinas baru yang bernama Badan Riset dan Inovasi (BARI) Daerah Bali sebagai jawaban atas berkembangnya teknologi digital. “BARI dibentuk tahun 2019 bisa dipergunakan sebagai wadah untuk kerjasama perguruan tinggi dan pemerintah Provinsi Bali, kerjasama akademisi dan birokrasi. Ini satu tawaran dari kami. Mudah-mudahan selanjutnya akan ada penelitian-penelitian yang dilakukan ISI Denpasar sehingga kehadiran BARI bisa kita sambungkan dengan dunia pendidikan. Akhir kata saya mewakili Pemerintah Provinsi Bali menyatakan Seminar Sandi 2021 ini dibuka secara resmi,” pungkas Cok Ace yang juga Guru Besar ISI Denpasar ini.

Selanjutnya pemandu acara menampilkan Keynote Speaker II Sekjen AIDIA dan Direktur Paprieka Desain Eka Sofyan Rizal dengan makalah “Desainer Pembelajar dalam Era 5.0 Society”. Sedangkan Keynote Speaker III menghadirkan Dosen FKV FDRD ISI Denpasar dan Ketua AIDIA Bali Dr. I Nyoman Larry Julianto, S.Sn., M.Ds., dengan makalah “Berpikir Desain dalam Upaya Menghadapi Era 5.0” yang diteruskan dengan sesi diskusi.

Ditemui usai acara Ketua Panitia Putu Aldi didampingi Humas ISI Denpasar I Gede Eko Jaya Utama, SE., MM., menambahkan Seminar Nasional Desain (Sandi) 2021, merupakan sebuah pertemuan yang berlandaskan proses berpikir ilmiah untuk dapat mengungkap suatu masalah untuk dirangkai menjadi sebuah temuan kebaruan. “Makna ‘sandi’ mengajak semua peneliti untuk berpikir bersama-sama, memaknai kembali desain dan peran desainer, sehingga mampu mengungkap suatu masalah dengan merangkai ‘Sandi’ yang melibatkan tindakan sosial masyarakat pada masa sekarang. Sandi 2021 diharapkan dapat menjadi sebuah landasan berpikir untuk melangkah lebih baik dalam proses berkehidupan,” tutupnya.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button