Bali

Implementasi Sikap Menyama Braya, Amerta Bagi Sembako

Cawali Denpasar Ngurah Ambara Putra saat menjenguk dan serahkan sembako kepada keluarga miskin di Padangsambian, Denpasar Barat, Sabtu (17/10/2020).

Denpasar (BBN Indonesia) – Sungguh miris nasib warga masyarakat Kota Denpasar, Wayan Sudana (70) harus terus diam di rumah akibat sakit stroke yang dideritanya tidak kunjung sembuh sejak tiga tahun lalu.

Sudana yang tinggal menumpang bersama istrinya Putu Suartini di tanah milik A.A Putu Syahrini yang beralamat di Jalan Buana Raya Padangsambian, Gg. Buana Lestari Ujung, Denpasar Barat.

Pria malang tersebut sebelumnya bekerja di DKP Kota Denpasar lantas terkena penyakit stroke. Namun penyakitnya itu tak kunjung sembuh dan kini kembali parah sejak 15 hari lalu. Pria ini tak bisa bangun dari pembaringan dipan lusuhnya.

Kendatipun tergolong masyarakat miskin dan telah mengantongi KTP Denpasar, sayangnya, ia tidak memiliki BPJS Kesehatan. Keluarga ini berasal dari Bangli dan menetap di Denpasar kurang lebih sejak 15 tahun silam.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari istrinya terpaksa mencari rongsokan di sekitar rumahnya. Selain itu, saat bunga jepun mahal istrinya berkeliling komplek mencari bunga itu untuk dikeringkan yang kemudian dijual sebagai tambahan kebutuhan hidup sehari-hari.

“Anak saya ada satu, umurnya sudah 28 tahun. Tapi sedikit kurang sehat. Uyeng-uyengan nika, jadi tidak begitu peduli terhadap keadaan keluarga. Kini ia kerja ke Jawa sejak tiga hari yang lalu sebagai teknisi,” tutur Putu Suartini, Sabtu (17/10).

Menurutnya, untuk menjaga kesehatan suaminya, iapun mempercayakannya kepada mantri yang hadir ke rumahnya untuk memeriksa suaminya dalam kurun waktu seminggu sekali.

“Dari pemerintah sendiri belum memberikan bantuan sama sekali. Mungkin belum masuk infonya,” tambahnya.

Kabar itupun didengar Relawan Amerta yang kemudian menyampaikannya kepada Calon Walikota nomor urut 2, Gede Ngurah Ambara Putra.

Mendengar informasi yang menyayat hati itu, Ngurah Ambara pun segera mengunjungi rumah Wayan Sudana dengan ditemani para relawannya. Sesampai di rumah Wayan Sudana, maka Ngurah Ambara tidak sungkan-sungkan untuk langsung menyerahkan bantuan paket sembako berupa beras, telor, susu dan vitamin.

“Bagaimanapun juga, mereka adalah warga Denpasar yang patut kita beri perhatian untuk sekadar bisa bertahan hidup di kondisi pandemi Covid-19 ini. Paling tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga dalam jangka waktu kurang lebih satu bulan ke depan,” terang mantan Calon Anggota DPD RI ini.

Ngurah Ambara juga berharap jika ada hal yang seperti ini Relawan Amerta agar cepat mengabari sehingga kita bisa merespon dengan cepat. Apalagi konsep utama Amerta adalah bisa tetap dan terus menerapkan konsep Menyama Braya dan budaya tolong-menolong dimasyarakat.

“Sosok Wayan Sudana kendatipun bukan asli warga Denpasar, namun dirinya sepenuhnya telah berjasa untuk Kota Denpasar dengan bekerja di DKP, dan bahkan dirinya juga telah mengantongi KTP Denpasar,” harapnya.

Sembari ia menyampaikan, paling tidak diharapkan sudah bekerja untuk Kota Denpasar dan mustinya memiliki kartu kesehatan setelah pensiun. Hal inilah menurut Ngurah Ambara harus dipikirkan lagi ke depannya.

“Kalau nantinya saya dipilih dan dipercaya masyarakat untuk memimpin Kota Denpasar, maka yang utama adalah bisa tetap memprioritaskan kesejahteraan masyarakat baik itu lewat kesehatan, pendidikan maupun sektor lainnya ,” pungkasnya Ngurah Ambara.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close