Bali

Heboh, Beringin Tua Depan Puri Anom Berwarna Kuning Keemasan

Babinsa Dajan Peken, Kec. Tabanan Pelda I Wayan Suardika, adalah orang yang pertama kali melihat keunikan warna daun kuning keemasan beringin tua di depan Puri Anom Tabanan, Rabu (2/9/2020).

Tabanan (BBN INDONESIA) – Sebuah fenomena unik bin aneh terlihat di atas pohon beringin (ficus benjamina sp.) yang berusia ratusan tahun di Bencingah (halaman luar) Puri Anom Tabanan cukup membuat heboh warga. Rampaian daun beringin yang berada dekat puncaknya nampak berwarna kuning keemasan jika dilihat dari sebelah barat Pura Desa lan Puseh Desa Adat Tabanan bertepatan dengan Hari Suci Purnama, Rabu (2/9/2020).

Kejadian ganjil ini pertama kali dilihat oleh Babinsa Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan Pelda I Wayan Suardika yang kebetulan sedang patroli kewilayahan dan sowan ke Puri Anom asal dari tokoh Tabanan AA Ngurah Panji Astika.

 

“Seperti biasa saya sering melintas di sekitar Br. Lebah awalnya saya tak ngeh. Tapi secara tak sengaja saat menengadah ke atas karena terasa ada nuansa warna yang kontras menarik mata saya untuk memandangnya. Wah, saya cukup takjub juga dengan warna kuning emas yang pertama kali saya lihat di pohon beringin besar ini,” tutur Babin Suardika.

Namun ia tak mau berasumsi lebih jauh terkait hal ini, yang jelas menurutnya peristiwa ini sebagai fenomena alam yang sangat langka dan hasilnya istimewa jika diabadikan dengan kamera telepon genggam.

 

Tak sedikit pula warga lainnya yang kebetulan melintas juga berhenti sekadar untuk mengambil gambar dengan warna kuning emas di pohon beringin tersebut sebagai latarbelakangnya. Salah satunya warga Tuakilang, Agung Parwatha yang turut terpana dibuatnya.

“Pertanda apa ini ya, apakah artinya kuning akan berjaya di Tabanan?,” celetuk Agung berkias kepada sahabatnya Pak Ida.

Tetapi Agung yang suka membaca kisah babad  dan sejarah ini menerjemahkan makna ‘kuning keemasan’ tersebut sebagai ilustrasi atau simbol sinar kewibawaan dan keajegan puri-puri di Tabanan.

“Kuning itu identik dengan prabawa, kewibawaan dan keajegan puri-puri yang ada di Tabanan. Sekalipun kita berada di zaman modern namun eksistensi, sejarah, hubungan erat puri dengan masyarakat tetap terjalin baik,” ujarnya sambil mengacungkan jempol.

Pak Ida juga sependapat dengan penuturan Agung Parwatha dalam obrolan tersebut. Munculnya warna unik di pohon beringin itu yang mengingatkan dia pada sebuah ramalan.

“Dulu ada yang meramal kalau daun pohon beringin warnanya kuning keemasan, maka tanda Ajeg Tabanan akan kembali,” tandasnya.

Pohon beringin berumur ratusan tahun yang berada di areal bencingah Puri Anom tersebut diperkirakan ditanam pada saat pembangunan puri pada masa pemerintahan Raja ke-19, Ida I Gusti Ngurah Agung Tabanan, sekitar tahun 1810-1843.

Di bawah rindangnya pohon beringin itu pula legenda pencipta Tari Oleg Tamulilingan dan Kebyar Duduk, Ketut Maria kerap melatih tari dan tetabuhan gambelan Bali bersama sekaa dan murid-murid binaannya di era 1930an.

Beringin merupakan simbol pengayoman terhadap masyarakat. Pada zaman dahulu pasar berlokasi di depan Bencingah Puri Singasana. Karena melalui bencingah Raja akan dapat memantau perkembangan ekonomi rakyat. Di Bencingah Puri Anom ini terdapat sebuah bangunan yang disebut Bale Bengong, tempat Raja memantau langsung kegiatan perdagangan dan ekonomi rakyat. Di depan pintu masuk puri merupakan Catus Pata Agung atau pusat/titik nol Kota Tabanan dimana sehari menjelang Hari Raya Nyepi selalu digelar Tawur Agung Kesanga untuk keharmonisan dan kesejahteraan dunia.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close