Bali

Gunthar: SK Lama Dicabut, Saatnya Partai Berkarya Bali Bangkit

Ketua Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan Partai Berkarya Gunthar Bacroemsjah, S.H., (kiri) dan Ketua Partai Berkarya Denpasar non aktif I Made Richy Ardhana Yasa (kanan).

Denpasar (BBN INDONESIA) – Partai Beringin Berkarya atau Partai Berkarya yang identik dengan Keluarga Cendana dan figur Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), yaitu Partai Berkarya aktivitasnya saat ini mulai terlihat bergeliat. SK baru yang diterbitkan oleh Kemenkumham pada 30 Juli 2020 dengan Nomor M.HH-17.AH.11.01 TAHUN 2020 telah menghentikan segenap kekisruhan yang selama ini menggerogoti Partai Berkarya. Dengan demikian hasil Rapimnas di Kota Solo yang menghasilkan SK Nomor M.HH-07.AH.11.01 Tahun 2018 tentang AD/ART telah dicabut oleh Kemenkumham. Ketua Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan Partai Berkarya Gunthar Bacroemsjah, S.H., menyatakan hal itu kepada media di Denpasar, Jumat (21/8/2020).

“Kini kami akan fokus untuk menghidupkan kembali partai ini di tingkat di DPW dan DPD di kabupaten/kota Bali. Mereka yang merupakan figur-figur yang pernah berjuang dan membentuk Partai Berkarya dari awal akan kita rangkul dan rekrut kembali. Karena sebelumnya sempat dirombak oleh Ketua DPW Partai Berkarya Bali Putu Djaya yang tiba-tiba ditunjuk oleh pusat menggantikan I Made Arta Jaya kemudian diganti lagi oleh Brigjen (purn) Dewa Suharya yang terakhir justru mengundurkan diri,” tuturnya.

Lebih lanjut Gunthar menyebutkan sebelumnya banyak pengurus yang terkena pergantian tanpa aturan dan mekanisme partai tersebut merasa kecewa seperti DPD Denpasar, Badung, Jembrana, Buleleng dan lain-lain.

Menurut Gunthar yang didampingi Ketua Partai Berkarya Denpasar non aktif, I Made Richy Ardhana Yasa, dengan telah diterbitkannya SK baru 2020 oleh Kemenkumham, yang telah menetapkan AD/ART Partai Berkarya, maka otomatis menggugurkan hasil Rapimnas 3 Partai Berkarya Solo, 11 Maret 2018 lalu,” tandas Gunthar dengan ciri khas rambut putihnya.

Dengan kondisi ini Ia berharap bahwa dualisme yang terjadi di tubuh Partai Berkarya dianggap telah selesai.

“Saya berharap dari hati paling dalam kita sudahi dan legowo menerima mekanisme partai yang sudah kita lalui bersama ini. Mari kembali kita besarkan partai ini bersama-sama,” imbuhnya.

Tetapi Ia juga menyinggung, bila ada pihak-pihak yang tidak mau tunduk dan tidak mau mengakui SK terbaru yang diterbitkan oleh Kemenkumham pada 30 Juli 2020 maka, “Bila ada tuntutan secara hukum yang mengatakan bahwa keputusan itu tidak sah maka akan kami hadapi,” tegas Gunthar yang masa kecilnya lama di Bali.

 

Richy Adhana juga menjelaskan rencana jangka pendek yang akan dilakukan dalam rangka mengaktifkan kembali partai yang Dewan Pembinanya putra mantan Presiden Soeharto, yakni Hutomo Mandala Putra (HMP) adalah pola pendekatan dan persuasif. “Kami akan berupaya mendekati mantan ketua DPD dan DPW yang lama dan mengajak mereka untuk bergabung menggelorakan kembali kehidupan demokrasi dalam struktur pengurus Partai Berkarya yang baru,” ucap pria yang akrab disapa Ray ini.

Perseteruan yang pernah terjadi menurutnya bagian dari riak demokrasi dan telah bisa diselesaikan dengan baik. “Perbedaan itu hal biasa, tetapi kepemimpinan saat ini sudah disahkan oleh keputusan bersama dalam Munaslub kemarin. Kini tiba saatnya kita berkarya kembali di bawah komando Muchdi PR sebagai Ketua Umum dan Badaruddin Andi Picunang sebagai Sekretaris Jenderal,” pungkasnya.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close