Kesehatan

Glenn Fredly meninggal karena meningitis, ini penyebab dan gejalanya

Jakarta (BBN INDONESIA) – Kabar duka kembali datang menyelimuti belantika musik Indonesia tatkala Glenn Fredly dikabarkan meninggal dunia akibat penyakit meningitis pada Rabu petang.

Namun apakah penyakit meningitis itu?

Meningitis adalah peradangan selaput yang menutupi sumsum tulang belakang dan otak.

Ada banyak kemungkinan yang menjadi penyebab meningitis, seperti; virus, jamur, parasit, obat-obatan, hingga kanker.

Tetapi jenis yang sering muncul dalam berbagai kasus adalah meningitis meningokokus, yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis.

“Ini bisa sangat serius. Ini dapat menyebabkan kerusakan otak dan gangguan pendengaran. Dalam kasus terburuk, itu dapat menyebabkan kematian hanya dalam beberapa jam,” kata Aileen Marty, MD, profesor penyakit menular di Fakultas Kedokteran Florida International University Herbert Wertheim College of Medicine, seperti dilansir laman Health.

Marty menjelaskan bahwa meningitis sangat umum terjadi di populasi yang tinggal di tempat yang sempit, seperti barak.

“Itu karena bakteri atau virus meningitis bakteri ditularkan melalui interaksi yang erat,” jelas Marty.

Proses penularan

Sama seperti virus corona, meningitis dapat menular melalui air liur orang yang terinfeksi.

Ahli epidemiologi di Divisi Penyakit Bakteri di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, Jessica MacNeil, menjelaskan bakteri atau virus yang menyebabkan penyakit meningitis, membutuhkan kontak yang sangat dekat untuk menyebar.

“Ini tidak seperti masuk angin atau flu. Bakteri tidak menyebar melalui kontak biasa seperti berada di ruangan yang sama dengan seseorang yang sakit, atau menghirup udara yang sama dengan seseorang terinfeksi penyakit meningokokus,” kata MacNeil.

Selain itu bakteri penyebab meningitis meningokokus tidak bisa hidup lama di luar tubuh.

“Jadi Anda tidak dapat tertular penyakit dengan menyentuh permukaan sesudah disentuh orang yang sakit,” tambah MacNeil.

Gejala meningitis

Gejala klasik penyakit ini adalah demam mendadak, sakit kepala, dan leher yang terasa kaku.

“Ketika kita mengatakan sakit kepala, yang kita maksudkan adalah salah satu sakit kepala terburuk yang pernah dialami orang itu. Dan dengan leher yang kaku, orang itu tidak dapat menggerakkan lehernya, atau tidak bisa, misalnya, menyentuh dada menggunakan dagu,” jelas MacNeil.

Gejala lain termasuk mual dan muntah, kebingungan, kelelahan, dan meningkatnya sensitivitas terhadap cahaya.

“Ini bisa disalahartikan sebagai flu berat. Tetapi karena meningitis meningokokus sangat serius, Anda harus segera mencari perawatan,” kata Marty.

Sama seperti virus corona, Marty mengatakan tidak pencegahan terbaik dari meningitis adalah dengan mencuci tangan.

“Mencuci tangan memang hal yang sangat sepele, tapi ini sangat penting dan sayangnya banyak orang tidak tahu bagaimana cara mencuci tangan yang benar,” tambah Marty.


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close