Monday, 27-09-2021
Internasional

Gagal Atasi Pandemi, 12 Menteri India Mundur Massal

Perdana Menteri India Narendra Modi (tengah), bersama para anggota kabinet hasil reshuffle tahun 2019 lalu. (foto/josh)

New Delhi (BBN INDONESIA) – Berita cukup mengejutkan datang dari negara yang dilanda gelombang parah kedua pandemi COVID-19, India. Dua belas anggota Dewan Menteri Perdana Menteri India Narendra Modi, termasuk enam anggota senior Kabinet, mengajukan pengunduran diri mereka pada Rabu, (7/7/2021).

Aksi mundur massal selusin menteri ini terjadi setelah pemerintah dikecam atas kegagalan mengatasi pandemi COVID-19.

PM Modi telah mendapat kecaman karena tanggapannya yang menyedihkan terhadap gelombang besar infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Mengutip AFP, Kamis (8/7/2021), sebanyak 12 anggota Dewan Menteri PM Modi, termasuk enam anggota senior Kabinet, mengajukan pengunduran diri mereka pada hari Rabu dalam perombakan besar pertama dari masa jabatan kedua pemerintah.

Menteri Kesehatan, Harsh Vardhan, juga diminta mengundurkan diri.

Menteri Teknologi Informasi, Ravi Shankar Prasad, yang dikenal sebagai ujung tombak pertikaian pemerintah dengan perusahaan teknologi besar seperti Twitter dan WhatsApp, juga diminta mundur.

Mundurnya Menteri Informasi dan Penyiaran Prakash Javadekar, yang bertanggung jawab atas manajemen media pemerintah, terjadi beberapa pekan setelah Modi menghadapi rentetan pemberitaan buruk, sebagian besar di media asing.

Javadekar juga menteri lingkungan India.

Sementara itu, menteri yang diberhentikan dalam perombakan kabinet PM Modi yaitu Menteri Pendidikan Ramesh Pokhriyal Nishank dan Menteri Tenaga Kerja & Ketenagakerjaan Santosh Gangwar.

Dikutip dari Deutsche Welle, Kamis (8/7), Modi juga melantik 43 menteri baru dalam perombakan besar-besaran, di mana enam anggota junior naik jabatan. Dewan itu juga diperbesar dari 52 menjadi 77 anggota, hanya tiga di bawah batas konstitusional.

Menteri Dalam Negeri Amit Shah, orang nomor dua di pemerintahan Modi, juga ditugaskan di Kementerian Kerjasama yang baru dibentuk. Tujuan berdirinya departemen baru ini belum jelas.

Perombakan dan penambahan baru anggota kabinet menandakan perubahan pertama pada Kabinet Modi menjelang pemilihan negara bagian yang penting awal tahun depan.

Hal ini juga dilakukan ketika negara itu berusaha untuk mempercepat program vaksinasinya sembari bersiap untuk kemungkinan gelombang infeksi lain.

India telah mencatat lebih dari 400.000 kematian akibat Covid-19 sejak pandemi dimulai, angka kematian tertinggi ketiga di dunia di belakang AS dan Brasil. (BBN/001/AFP)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button