Hukum

Ditangkap di Malaysia, Djoko Tjandra Telah Mendarat di Halim

Djoko Tjandra saat tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta untuk selanjutnya digiring ke Mabes Polri (ist).

Jakarta (BBN INDONESIA) – Tamat sudah kisah pelarian koruptor kelas kakap yang kabur selama 11 tahun. Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali yang merugikan negara Rp904 miliar, Djoko Tjandra ditangkap kepolisian RI bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia. Sosok ‘Joker’ tersebut dibawa dari Malaysia ke Indonesia dan akan tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta sekitar pukul 22.42 WIB.

Kepada wartawan beberapa saat sebelumnya Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono  membenarkan kabar tersebut. “Djoko Tjandra dalam proses pemulangan dari Malaysia ke Indonesia. Ya benar saya sedang menuju bandara untuk menjemput,” ujarnya singkat.

Sementara itu dari tayangan siaran langsung Metro TV dari Bandara Halim nampak para petugas kepolisian yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dengan pengawalan ketat membawa turun Djoko Tjandra dari pesawat untuk selanjutnya digiring menuju Mabes Polri guna pemeriksaan lebih lanjut.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Djoko Tjandra sempat berada di Indonesia tanpa terdeteksi aparat penegak hukum dan pihak keimigrasian. Bahkan, dia sempat membuat e-KTP dan mengajukan permohonan Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 8 Juni.

Djoko Tjandra berhasil keluar dari Indonesia menuju Malaysia dengan mengelabui dan diduga dibantu banyak pihak. Menurut penuturan pengacara, Djoko Tjandra sakit dan berobat di Malaysia. Djoko Tjandra sendiri tidak pernah hadir dalam sidang PK di PN Jaksel. Selama empat persidangan tidak hadir. Menurut pengacara, Djoko Tjandra masih sakit sehingga tidak bisa menghadiri persidangan.

Akhirnya, PN Jakarta Selatan tidak menerima permohonan PK Djoko Tjandra. Permohonannya tidak dilanjutkan ke Mahkamah Agung.

Hingga kini, telah ada sejumlah jenderal di Polri dan jaksa yang diduga membantu Djoko Tjandra. Sebanyak tiga Pati Polri itu adalah Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo yang dicopot dari jabatan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte yang dicopot dari jabatan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, serta Brigadir Jenderal Nugroho Slamet Wibowo yang dicopot dari jabatan Sekretaris NCB Interpol Indonesia.

Informasi terbaru, Kejaksaan Agung mencopot Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi 2 pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan, Pinangki Sirnamalasari dari jabatannya. Pinangki dicopot dari jabatannya karena diduga bertemu dengan Djoko Tjandra di Malaysia pada 2019 lalu.

Sejauh ini Polri juga telah menetapkan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking sebagai tersangka. Dia diduga turut berperan dalam pelarian Djoko Tjandra selama menjadi buronan.

Djoko Soegiarto Tjandra, 70 tahun, dikenal sebagai salah satu pendiri Mulia Group, gergasi properti yang punya aset hotel dan gedung pencakar langit di Jakarta. Kendati menjadi buron selama 11 tahun dan diketahui berada di Indoensia selama beberapa bulan terakhir, jejaring bisnis Djoko diduga terus terawat hingga kini.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close