Monday, 27-09-2021
Bali

Dikira Orgasme saat Dijos Pensiunan Guru, Suriani Ternyata Meregang Nyawa

Jenazah Made Suriani (31) dievakuasi ke rumah sakit oleh Petugas PMI Buleleng.

Buleleng (BBN INDONESIA) – Sesuai penuturan saksi yang merupakan pensiunan guru Drs. Made Supanda (67), kepada polisi setelah 20 menit berhubungan badan alias ngejos tiba-tiba selingkuhannya Made Suriani (31) menggeliat seperti sedang menikmati orgasme. Tapi karena terakhir dilihat korban kejang-kejang dia sontak memberikan pertolongan dengan menekan-nekan dada korban namun tak bernafas.

Saksi tidak menyangka bahwa korban harus meregang nyawa dalam pelukan, di sebuah rumah Jalan Srikandi Gang Kepundung Blok A No 3 Desa Bhaktiseraga, Kecamatan Buleleng, Senin (15/2/2021).

Made Supanda yang berstatus duda adalah pasangan selingkuh korban kini diperiksa polisi. “Statusnya masih saksi,” sebut Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya.

Petugas melakukan identifikasi di TKP (ist)

Dijelaskan, korban berselingkuh saat suaminya sedang bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah sekolah.

Sedangkan suami korban, PS yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) menuturkan, dia meninggalkan istrinya, pada saat istrinya memasak di dapur.

Sebelum pergi, PS sempat berpesan kepada istrinya agar tidak kemana-mana karena dia cuma sebentar bekerja dan akan segera pulang pada jam makan siang.

Dituturkan sekitar pukul 09.00 Wita, korban datang ke tempat kejadian pristiwa (TKP) dan saat itu saksi masih bersih-bersih rumah. Di mana rumah tersebut adalah milik anak saksi atas nama Putu Astawa.

“Selanjutnya, 20 menit kemudian saksi bersama korban masuk kamar untuk diduga melakukan hubungan suami istri. Setelah 20 menit berhubungan tiba-tiba korban menggeliat seperti orang orgasme. Saksi tidak menyangka bahwa korban tidak bernafas dan sempat memberikan pertolongan dengan menekan-nekan dada korban,” terang Gede Sumarjaya.

Warga dan petugas mendatangi lokasi kejadian (ist)

Kasubag Humas lanjut menjelaskan, sekitar pukul 10.56 Wita, saksi menelpon anaknya untuk datang ke lokasi kejadian.
“Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan mayat korban dibawa ke rumah sakit oleh petugas PMI Buleleng,” pungkas Sumarjaya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button