Sinema

Cinta beda usia diangkat dalam adaptasi "Butir-butir pasir di laut"

Jakarta (BBN INDONESIA) – Sinetron adaptasi dari radio drama yang dimiliki oleh Radio Republik Indonesia (RRI) yang digarap oleh Verona Indah Pictures dan didistribusikan lewat aplikasi menonton daring WeTV akan menceritakan kisah cinta beda usia.

Tyas Mirasih yang didapuk sebagai pemeran utama seorang dokter bernama Arini mengaku keunikan cinta beda usia itu yang membuatnya tertarik untuk terlibat dalam adapatasi dari karya yang fenomenal di era 1970-an.

“Ini pertama kalinya ambil peran jadi dokter dan kisahnya itu cinta beda umur. Itu yang buat aku mau terlibat dalam sinetron ini,” kata Tyas dalam konferensi pers di RRI, Selasa.

Nantinya sinetron “Butir-butir pasir di Laut” itu akan menceritakan Arini seorang dokter yang memiliki suami bernama David (Andrew Andika) dan sudah lima tahun menikah namun belum diberikan momongan.

Ingin lepas dari kepenatan, Arini memutuskan untuk pergi mengunjungi rumah orang tuanya di sebuah pulau dan rupanya mengalami badai saat melakukan perjalanan dengan kapal laut.

Beruntung Arini diselamatkan oleh mahasiswa yang tengah melakukan kuliah kerja nyata (KKN) bernama Radit (Bastian Steel).

Rupanya Radit merupakan adik dari Wulan (Farandina Tika) yang merupakan simpanan David.

​​​Berjalannya waktu Radit pun diam-diam menaruh hati pada Arini meski tahu perbedaan umur antar keduanya jauh.

“Butir- Butir Pasir di Laut” nantinya akan mengisahkan konflik antara Arini dan tokoh-tokoh lainnya.

Pemeran utama pria dalam kisah ini yaitu Bastian Steel mengaku pada awalnya sempat gugup dan takut tidak dapat mengimbangi lawan mainnya yang memiliki jam terbang tinggi di dunia peran.

Namun rupanya justru lawan main dan pemeran lainnya yang dapat membantu Bastian bisa mengeluarkan versi terbaik dari tokoh Radit itu.

Aktor Bastian Steel dalam konferensi pers “Butir-butir Pasir di Laut” di RRI, Selasa (6/4/2021). (BBN INDONESIA/Livia Kristianti)

“Awalnya memang merasa kesulitan karena harus main sama kakak kakak yang lebih senior. Cuma karena kakak- kakak sudah jago di bidangnya akunya cepat beradaptasi,” ujar Bastian.

Drama radio yang sempat disiarkan di layanan publik Radio Republik Indonesia (RRI) dan memenangkan banyak penghargaan pada 1970 yaitu “Butir- butir Pasir di Laut” akan diadaptasi jadi sinetron dan ditayangkan di layanan menonton streaming WeTV.

Sinetron “Butir- butir pasir di Laut” digarap oleh PT Verona Indah Pictures dan dibintangi oleh Tyas Mirasih, Bastian Steel, Andrew Andhika, Farandina Tika, dan artis pendatang baru Jessica Shaina.

Nantinya sinetron itu akan ditayangkan perdana pada 8 April 2021 secara gratis di WeTV, dan memiliki jadwal siaran setiap hari Selasa- Jumat pukul 12.00 WIB.


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close