Bursa

Bursa saham China ditutup jatuh setelah menguat sehari sebelumnya

Beijing (BBN INDONESIA) – Saham-saham China ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu, setelah sehari sebelumnya rebound dari kerugian selama dua hari berturut-turut

Indikator utama Indeks Komposit Shanghai turun 0,57 persen menjadi ditutup pada 2.811,17 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen di bursa kedua China berakhir 0,56 persen lebih rendah pada 10.417,37 poin.

Nilai transaksi gabungan saham yang mencakup kedua indeks tersebut mencapai 641,1 miliar yuan (sekitar 90,77 miliar dolar AS) meningkat dari 589,3 miliar yuan (sekitar 83,7 miliar dolar AS) pada hari perdagangan sebelumnya.

Jumlah saham turun melebihi yang naik, sebanyak 1.122 saham terhadap 424 saham di bursa Shanghai dan 1.558 saham terhadap 605 saham di bursa Shenzhen.

Sementara itu, Indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, kehilangan 0,4 persen menjadi ditutup pada 1.977,51 poin.

Penurunan terjadi karena investor mengambil sikap menunggu dan melihat menjelang rilis data ekonomi utama China dengan ketidakpastian yang berasal dari pandemi COVID-19, analis pasar mengatakan.

Di sisi kebijakan moneter, bank sentral China pada Rabu lebih lanjut menurunkan suku bunga pinjaman fasilitas jangka menengah (MLF) sebesar 20 basis poin di tengah serangkaian manuver kebijakan untuk mengurangi dampak COVID-19 terhadap perekonomian.

China akan merilis data ekonomi kuartal pertama, termasuk angka PDB yang diawasi ketat, pada Jumat (17/4/2020).

 


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close