Bursa

Bursa Saham Australia ditutup naik, terkerek lonjakan saham energi

Sydney (BBN INDONESIA) – Saham-saham Australia ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa, didukung oleh kenaikan tajam saham-saham energi karena harga minyak naik.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 87,30 poin atau 1,64 persen menjadi 5.407,10 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas bertambah 88,60 poin atau 1,64 persen menjadi 5.478,10 poin.

Ini adalah kenaikan hari kedua berturut-turut untuk pasar Australia, yang mengalami kerugian terbesar dalam lima minggu pada Jumat (1/5/2020).

Dengan pengecualian saham perawatan kesehatan yang turun 0,43 persen, semua sektor membaik pada akhir perdagangan.

Pada pertemuan bulanan pada Selasa, bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA), memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada level terendah bersejarah 0,25 persen.

“Ekonomi Australia sedang melalui periode yang sangat sulit dan ada ketidakpastian yang cukup besar tentang prospek,” kata Gubernur RBA Philip Lowe.

Di sektor keuangan, saham bank-bank besar Australia menguat dengan Commonwealth Bank naik 1,62 persen, Westpac Bank naik 2,73 persen, National Australia Bank naik 3,22 persen dan ANZ naik 1,86 persen.

Saham-saham pertambangan menguat dengan Rio Tinto naik 1,78 persen, BHP naik 2,71 persen, Fortescue Metals naik 2,22 persen dan penambang emas Newcrest naik 3,62 persen.

Saham produsen minyak dan gas melonjak dengan Oil Search naik 3,14 persen, Santos naik 5,00 persen dan Woodside Petroleum naik 4,44 persen.

Saham supermarket terbesar Australia beragam dengan Coles turun 0,19 persen dan Woolworths naik 0,17 persen.

Sementara saham raksasa telekomunikasi Telstra terangkat 0,33 persen, maskapai nasional Qantas meningkat 1,69 persen dan perusahaan biomedis CSL melemah 0,54 persen.

 


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close