Bisnis

BI optimistis pertumbuhan ekonomi Papua Barat di atas 4 persen

Manokwari (BBN INDONESIA) – Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Barat di tengah perang melawan pandemi virus corona baru (COVID-19) masih berada di atas 4 persen.

Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Donny H Heatubun di Manokwari, Rabu, mengutarakan, saat ini kondisi perekonomian nasional bahkan global sedang melemah akibat penyebaran COVID-19.

Untuk Papua Barat, ia optimistis, pertumbuhan ekonomi tahun ini masih jauh lebih bagus dari 2019. Secara fundamental provinsi tersebut dinilai masih cukup kuat.

“LNG Tangguh di Teluk Bintuni tahun ini berproduksi cukup bagus. Ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Papua Barat. Secara global memang permintaan berkurang akibat tinggal di rumah diterapkan hampir di setiap negara, tapi permintaan kan tetap ada,” ucap Donny.

“Kami masih tetap optimistis, di tengah pandemi COVID-19 pertumbuhan ekonomi di Papua Barat tahun 2020 akan ada di kisaran 4 sampai 5 persen,” katanya menambahkan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Papua Barat dengan minyak dan gas bumi tahun 2019 tumbuh 2,66 persen, melambat dibanding tahun 2018 sebesar 6,25 persen. Sedangkan tanpa minyak dan gas bumi ekonomi Papua Barat tahun 2019 tumbuh 6,13 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 11,51 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen impor luar negeri sebesar 19,43 persen.

“Di tahun 2019 LNG Tangguh melakukan pemeliharaan, tidak berproduksi sehingga berdampak terhadap kegiatan ekspor. Siklusnya memang seperti itu, di tahun-tahun ganjil itu biasanya dilakukan,” katanya.

Sedangkan untuk tahun ini perusahaan tersebut sudah berproduksi kembali. Dengan demikian, kegiatan ekspor migas akan kembali berjalan meskipun terjadi penurunan permintaan global akibat COVID-19.

Di luar sektor minyak dan gas bumi, Donny pun meyakini masih akan terjadi pertumbuhan, meskipun tidak sebagus tahun lalu yang mencapai 6,13 persen.

“Kalau kita lihat saat ini, aktifitas perdagangan di Papua Barat masih cukup bagus baik pada sektor perkebunan, pertanian, perikanan maupun jasa. Mudah-mudahan Papua Barat bisa bertahan, kita berdoa agar kasus COVID-19 di sini tidak seperti wilayah Jawa,” ujarnya lagi. 


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close