Politik

Bamsoet sosialisasi empat pilar secara virtual di masa normal baru

Jakarta (BBN INDONESIA) – Di masa normal baru, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Bambang Soesatyo (Bamsoet) masih melaksanakan tugas dan kewajibannya untuk melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Sosialisasi Empat Pilar yang biasa dilakukan di ruangan luas dengan menghadirkan ratusan peserta secara langsung kini dilakukan secara virtual menggunakan dukungan piranti teknologi informasi.

“Tatap muka secara virtual tak mengurangi nilai kehangatan yang dirasakan dari berjumpa secara fisik. Terpenting pesan dari muatan materinya tersampaikan,” ujar Bamsoet saat mengisi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI secara virtual kepada kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dari Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Rabu.

Adapun materi Sosialisasi Empat Pilar MPR itu ialah Pancasila sebagai dasar negara, landasan ideologi, falsafah, etika moral serta alat pemersatu bangsa; Undang-Undang Dasar Negara Republik tahun 1945 sebagai landasan konstitusional; Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai konsensus yang harus dijunjung tinggi; serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat pemersatu dalam untaian kemajemukan bangsa.

Bamsoet mengatakan bahwa dengan Sosialisasi Empat Pilar dilakukan secara virtual, peserta yang mengikuti jadi lebih banyak karena akses pelaksanaan sosialisasi tersebut bisa dimasuki siapa pun dari mana pun.

Ia berpendapat bahwa di masa depan, kemampuan pemanfaatan teknologi informasi akan sangat mempengaruhi cara Indonesia menghadapi problematika bangsa, terutama bila pandemik serupa kembali terjadi.

Karena itu, pandemik COVID-19 saat ini tak boleh menjadi halangan bagi MPR RI melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai Rumah Kebangsaan menjaga solidaritas bangsa. Khususnya, dalam menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI.

Eksistensi bangsa, kata Bamsoet, sangat bergantung dengan kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, MPR RI konsisten melaksanakan pembangunan karakter bangsa (nation character building) melalui pemasyarakatan Empat Pilar MPR RI yang pada hakikatnya adalah pembangunan karakter dan jati diri bangsa Indonesia.

Di dalam penyelenggaraan Sosialisasi Empat Pilar secara virtual itu turut menghadirkan Ketua Umum Pengurus Besar PMII Agus Mulyono Herlambang.

Sedangkan ratusan kader PMII di berbagai daerah mengikuti sosialisasi secara virtual dari tempatnya masing-masing.

Bamsoet mengatakan bahwa Indonesia hingga saat ini masih tegak berdiri karena adanya ikatan persatuan dan kesatuan rasa dari seluruh elemen bangsa, yang terus terjalin antar-generasi.

Karena itu, peran generasi milenial, generasi penerus bangsa Indonesia tidak boleh sampai berhenti, tetapi harus terus eksis dalam perjalanan bangsa dan negara Indonesia di masa depan.

Dalam konteks kekinian, di masa pandemik COVID-19, peran dan eksistensi generasi muda sangat krusial, karena beberapa alasan. Pertama, dengan segala potensi sebagai sosok yang penuh energi, dinamis, dan optimistis, diharapkan pemuda dapat memainkan perannya sebagai agen perubahan yang mendorong terjadinya transformasi gaya hidup dan perilaku ke arah perbaikan, misalnya, dengan berperan aktif dalam mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat serta memberi keteladanan dalam mematuhi protokol kesehatan.

Kedua, di tengah lompatan perkembangan ilmu pengetahuan dan laju modernisasi, pemanfaatan teknologi menjadi keniscayaan, termasuk dalam penanganan pandemik COVID-19.

Ketiga, bila kita merujuk pada data kependudukan, jumlah pemuda Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 64 juta jiwa. Dengan jumlah yang cukup signifikan tersebut, dimaknai bahwa peran dan kiprah generasi muda sangat menentukan kesuksesan dalam perjuangan melewati pandemik.

Generasi muda juga merupakan kelompok masyarakat yang paling mampu beradaptasi dan responsif dalam penguasaan dan pemanfaatan teknologi yang akan berpengaruh banyak dalam kiprah bangsa ini ke depan.

Oleh karena itu, kiprah generasi muda itu harus dapat diwujudkan baik secara individu, kelompok, organisasi, maupun kolektif, melalui berbagai metode untuk menginspirasi dan bergotong royong membantu masyarakat terdampak COVID-19.

“Misalnya, melalui pengaruh (influencing) di media sosial, atau secara langsung terjun di tengah-tengah masyarakat,” tutur Bamsoet.


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close