Hukum

Aparat harus terus proaktif imbau warga di pasar taati protokol

Jakarta (BBN INDONESIA) – Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan aparat TNI-Polri harus terus secara proaktif mengimbau secara humanis warga di pasar, di setiap area pertokoan serta di jalan perlintasan untuk mematuhi protokol kesehatan.

Hal ini dikatakannya dalam siaran pers di Jakarta, Kamis, karena masih banyak ditemukan para pedagang maupun pengunjung di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak.

Kondisi ini diketahui usai Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis meninjau Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis sore.

“Kondisi ini perlu dikelola terus dengan imbauan humanis dan pembagian masker oleh aparat TNI dan Polri termasuk slogan imbauan dan spanduk seperti area wajib masker di setiap area pertokoan dan di jalan perlintasan orang,” kata Argo.

Sebelumnya, Panglima TNI dan Kapolri mendadak meninjau Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat dan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis, untuk memastikan kesiapan penerapan prosedur standar tatanan baru atau normal baru.

Sesampainya di pasar, Panglima TNI dan Kapolri langsung berkeliling menuju ke lapak-lapak pedagang yang masih buka.

“Bapak-bapak dan Ibu-ibu agar wajib menggunakan masker dan taati protokol kesehatan ya,” ujar Panglima TNI dan Kapolri ke para pedagang dan pengunjung Pasar Tanah Abang.

Panglima TNI dan Kapolri pun membagikan masker kepada para pedagang dan pengunjung pasar terutama mereka yang tidak menggunakan masker.

Setelah itu keduanya menuju Bandara Soekarno Hatta. Setibanya di bandara, keduanya meninjau ke Terminal 1 dan Terminal 2 untuk memastikan kesiapan bandara dalam menuju normal baru.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi oleh Kadiv Propam Polri, sedangkan Panglima TNI didampingi Asops Panglima TNI.


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close