Finansial

Akui paling dicari, Bos Jouska sebut kasus diselesaikan secara legal

Jakarta (BBN INDONESIA) – Chief Executive Office (CEO) PT Jouska Finansial Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno, mengakui bahwa dirinya paling banyak dicari setelah perusahaan perencana dan konsultasi keuangan yang dipimpinnya menjadi sorotan warganet karena dugaan kerugian investasi yang dialami klien.

Seperti diketahui, topik mengenai Jouska menjadi salah satu perbincangan terpopuler karena sejumlah nasabah mengklaim mengalami kerugian investasi hingga kehilangan uang puluhan juta rupiah.

“Sepertinya saya jadi orang paling dicari belakangan ini. Saya sudah berusaha untuk komunikasi dengan semua pihak atau pihak yang bersangkutan. Menurut saya, setiap masalah ada solusinya, kalau permasalahannya mengarah ke legal, saya yakin kita punya negara dengan hukum yang baik harusnya bisa diselesaikan,” kata Aakar dalam konferensi pers Future Financial Festival (FFF) 2020 secara daring di Jakarta, Jumat.

Topik mengenai Jouska menjadi salah satu perbincangan terpopuler di jejaring sosial Twitter sejak Selasa (21/7) malam.

Sorotan mengenai kerugian itu diduga karena pengelolaan dana yang tidak sesuai dengan kesepakatan antara Jouska dan klien sehingga menimbulkan kerugian.

Jouska juga disorot karena diduga berperan sebagai pengelola dana investasi, padahal bisnis Jouska hanya sebagai perencana atau konsultan keuangan.

Namun, Aakar menilai bahwa peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kondisi kepentingan keuangan atau financial interest di Indonesia sudah waktunya untuk mengalami peningkatan.

“Apa yang terjadi belakangan ini menunjukkan financial interest di Indonesia ini sudah waktunya untuk dibikin lebih advance,” kata dia.

Aakar menjelaskan bahwa rasio tabungan atau saving ratio terutama di kalangan milenial sudah mulai meningkat, namun mereka juga ingin mengenal lebih jauh terkait industri keuangan.

Oleh karena itu, ia mendukung dengan pergelaran Future Financial Festival (FFF) 2020 di mana acara tersebut dapat menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya kalangan milenial untuk menambah wawasan soal ekonomi dan keuangan.

 


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close