Monday, 27-09-2021
Hukum

Kasus Kasus Suap Pimpinan Ditjen Pajak, KPK Periksa Eks Pegawai PT Jhonlin Baratama

Jakarta (BBN INDONESIA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan mantan pegawai PT Jhonlin Baratama, Ian Setya Mulyawan dalam kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak. PT Jhonlin Baratama sendiri adalah anak perusahaan dari Jhonlin Group milik Haji Samsuddin Andi Arsyad atau Haji Isam.

Sementara itu, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebutkan, Ian bakal menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk pemberkasan mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji (APA).

“Dan proses pemeriksaan dilakukan di kantor KPK jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis 12 Agustus 2021.

Dijelaskan Ali, penyidik juga akan memeriksa Alfred Simanjuntak (PNS, Atik Djauhari (PNS), Muh. Tunjung Nugroho (PNS), Naufal Binnur (psight Consulting), dan Wawan Ridwan (PNS).

Selain itu dalam perkara ini, KPK menetapkan 6 tersangka diantaranya, Angin Prayitno Aji (APA) selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak tahun 2016-2019, Dadan Ramdani (DR) selaku Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak.

Selanjutnya Ryan Ahmad Ronas (RAR) dan Aulia Imran Maghribi (AIM) selaku konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations, dan Veronika Lindawati (VL) kuasa wajib pajak PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin, dan terakhir Agus Susetyo (AS) selaku konsultan pajak terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama.

Suap Rp15 miliar diduga diterima Angin dan Dadan dari PT Gunung Madu Plantations, kemudian sebesar 500 ribu dollar Singapura dari Bank Panin dari komitmen fee senilai Rp 25 miliar, dan 3 juta dollar Singapura dari PT Jhonlin Baratama. (BBN/011/FK)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button